Jangan Langsung Percaya! Berikut 3 Mitos Terkait Vaksinasi Covid-19 Lengkap dengan Penjelasan Para Ahli

Ilustrasi vaksin Covid-19 -(foto by: pixabay)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sejak pemerintah mulai mensosialisasikan program vaksinasi Covid-19 sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus Corona, sampai saat ini berbagai mitos tentang vaksin Covid-19 juga turut beredar luas di masyarakat. 

Agar tidak terjebak dengan informasi hoaks, berikut ini 3 mitos terkait vaksin Covid-19  yang beredar di masyarakat dilansir dari laman Covid19.co.id : 

1. Menimbulkan kemandulan

Vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada penerimanya disebut akan menimbulkan risiko infertilitas atau kesuburan. Gangguan tersebut berupa kemandulan bagi wanita.

Mengenai hal ini, ahli vaksin yang berspesialisasi dalam bidang epidemiologi pneumokokus, Dr. Katherine O'Brien menjelaskan bahwa vaksin yang diberikan tidak dapat menyebabkan kemandulan.

“Ini adalah rumor yang telah beredar tentang banyak vaksin yang berbeda dan rumor tersebut tidak benar. Tidak ada vaksin yang menyebabkan kemandulan,” kata Kate dalam sesi wawancara Episode 24 tentang Vaccine myths vs science bersama World Health Organization (WHO).

2. Terdapat bahan kimia yang membahayakan

Mitos vaksin covid-19 lainnya yang sempat membuat banyak orang enggan untuk vaksin adalah ada bahan kimia berbahaya di dalamnya.

Menanggapi hal ini Kate mengungkapkan bahwa sebelum disuntik ke manusia, vaksin sudah dipastikan aman.

"Vaksin memang mengandung sejumlah elemen yang berbeda dan masing-masing telah diuji. Sebelum diberikan kepada manusia, mereka diuji pada hewan dan diuji untuk masalah apapun pada hewan. Dan baru kemudian mereka masuk ke manusia di mana kami menguji dalam uji klinis dengan puluhan ribu orang akhirnya menerima vaksin sebelum mereka diizinkan untuk digunakan di masyarakat umum," ucapnya.

"Selain itu, pembuatan vaksin memiliki pengawasan kualitas yang konstan sehingga setiap bahan yang masuk ke dalam vaksin dipastikan memiliki kualitas terbaik dan aman untuk digunakan pada manusia," ucapnya.

3. Mengubah DNA

Setiap manusia memiliki DNA-nya masing-masing. DNA adalah materi genetik yang menentukan sifat dan karakteristik fisik seseorang.

Mitos yang beredar, vaksin covod-19 bakal mengubah DNA seseorang.

"Kami sudah sering mendengar rumor ini. Kami memiliki dua vaksin sekarang yang disebut sebagai vaksin mRNA, dan tidak mungkin mRNA dapat berubah menjadi DNA sel manusia kita," kata Kate.

CDC juga menambahkan bahwa vaksin Covid-19 tak akan mengubah atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apapun.

Baik vaksin mRNA maupun vektor virus Covid-19 mengirimkan instruksi (materi genetik) ke sel untuk mulai membangun perlindungan terhadap virus penyebab Covid-19. Namun, materi tidak pernah memasuki inti sel, yang merupakan tempat DNA disimpan.

Itulah 3 mitos terkait vaksinasi Covid-19. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terkait informasi yang belum tentu benar. Vaksinasi sendiri dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi akibat virus Corona. Pemerintah juga menargetkan jika setidaknya 70 persen penduduk di suatu populasi sudah divaksin makan bisa tercapai kekebalan kelompok (herd immunity.