Tak Perlu Keluar Uang, 10 Cara Self Healing di Rumah

Ilustrasi - (foto by pixabay)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Self healing yang populer di kalangan muda saat ini. Banyak yang mengatirkan jika self healing atau penyembuhan diri dilakukan dengan liburan ataupun rekreasi. Namun sebenarnya self healing tidak hanya mencakup hal tersebut.

Psikolog klinis A. Kasandravati Putranto menjelaskan jika self healing tidak mesti bekaitan dengan seuatu yang mahal atau mrmbutuhkan biaya banyak seperti liburan. 

“Tidak sedikit dari masyarakat yang beranggapan bahwa self healing berarti bepergian ke tempat-tempat mahal atau sekedar jalan-jalan yang menguras keuangan. Padahal, tidak semua orang dapat disembuhkan dengan cara tersebut,” kata perempuan yang juga Humas Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu seperti yang dikutip dari Kantor Berita Nasional ANTARA, Selasa (27/9/2022). 

Psikolog yang disapa Kasndra ini mengatakan self healing merupakan sebuah proses penyembuhan yang dilakukan secara mandiri. Baim itu dari luka batin, trauma, atau mental yang sudah terlalu lelah.

“Secara psikologis, mereka yang memerlukan self healing adalah mereka yang baru mengalami kejadian atau kondisi yang menantang secara emosional atau mungkin mengalami masalah kesehatan, baik fisik maupun mental,” katanya

Ia pun kembali menegaskan jika sudah memahami makna sebenarnya dari self healing ini maka tentunya sudah dapat diketahui jika self healing tidak hanya sebatas liburan saja. 

Kasandra pun berbagi beberapa tips cara self healing yang dapat dilakukan tanpa mengeluarkan banyak biaya.

1.  Memiliki rasa belas kasih terhadap diri sendiri (tahu batasan diri) 

2. Mempunyai waktu tidur cukup

3. Melatih pernapasan

4. Meditasi

5. Mendengarkan musik yang menenangkan

6. Membuat jurnal harian

7. Melatih afirmasi diri

8. Memakan makanan sehat dan menjauhi makanan tidak sehat

9. Meminum teh herbal

10. Berolahraga

Kasandra juga mengingatkan semakin maraknya penggunaan istilah self healing menandakan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental. Namun sayangnya sebagian orang kerap mendiagnosis diri mereka sendiri atau self diagnose yang sangat berisiko. 

“Masyarakat menjadi mudah terbawa penegakan diagnosa sendiri, dengan menilai diri sendiri mengalami gangguan psikologis, mulai dari burn out, fatigue, trauma, depresi, dan lain-lain sehingga memerlukan penanganan psikologis khususnya 'healing' yang banyak diterjemahkan dengan kegiatan rekreasi dan liburan ini,” ujar Kasandra.