Selain Pesta, Ketahui 3 Tips Persiapan Pranikah bagi Calon Pasutri

CELEBESMEDIA.ID, Makassar- Ada banyak hal yang perlu disiapkan dalam pernikahan. Tidak hanya pesta pernikahan, kesiapan mental juga perlu diperhatikan.
Jika tidak siap mental akan sulit melewati tiap permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga.
Karenanya penting bagi calon pasangan suami istri (pasutri) untuk mengidentifikasi situasi atau hal yang berpotensi menjadi sumber konflik dalam rumah tangga, mulai dari kondisi keluarga, karakter, perbedaan sudut pandang hingga masalah finansial.
Berikut ini 3 tips persiapan pranikah yang perlu diperhatikan calon pasangan suami istri yang dikutip dari ANTARA, Selasa (11/10/2022).
1. Membekali diri dengan literasi tentang UU KDRT
Konseling pranikah dapat dilakukan oleh calon mempelai agar bisa mendapat arahan profesional dalam menentukan langkah preventif.
Selain itu, penting juga untuk membekali diri dengan literasi mengenai UU yang mengatur tentang KDRT agar masing-masing pihak lebih sadar dengan konsekuensi kekerasan di mata hukum.
"Hal ini diharapkan dapat memotivasi calon pasutri untuk berupaya agar tidak sampai menjadi pelaku atau korban KDRT," kata psikolog klinis Annisa Prasetyo Ningrum.
2. Kenali karakter pasangan
Senada dengan Annisa, psikolog klinis Anggiastri Hanantyasari Utami mengatakan mengenali karakter pasangan sebelum menikah penting untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di masa depan.
"Penting bagi calon pengantin mengetahui secara umum bagaimana hubungan pasangan dengan keluarganya dan bagaimana mereka berinteraksi dalam keluarga," kata Anggiastri.
Mengetahui cara interaksi pasangan dengan keluarga berhubungan dengan bagaimana seseorang belajar mengenai cara mereka menyelesaikan masalah, apakah dengan cara yang baik atau melibatkan agresivitas baik verbal maupun fisik.
3. Menentukan batasan toleransi
Psikolog di Anggiastri menjelaskan calon pasangan suami istri perlu untuk berdiskusi mengenai hal-hal yang berpotensi memunculkan masalah dalam rumah tangga dan bagaimana mereka akan mengatasinya di kemudian hari.
"Seperti masalah finansial, keromantisan dalam rumah tangga, pengasuhan, dan lain-lain," kata Anggiastri.
Kemudian, sejak awal calon pengantin harus secara tegas menentukan batasan toleransi ketika mereka menghadapi konflik. Sejak awal, misalnya, katakan secara tegas bahwa perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga adalah hal fatal yang tak dapat diterima dalam pernikahan.