Peneliti Ungkap Minum Kopi Ternyata Memperpanjang Umur

Ilustrasi - (foto by Pixabay)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ada banyak alasan orang senang menikmati kopi. Bahkan sebagian orang merasa harinya tak lengkap jika tidak meminum kopi. 

Namun ternyata dibalik rasanya yang nikmat kopi  juga dipercaya sebagian orang dapat memperpanjang umum.

Beberapa penelitian menjabarkan jika meminum dua hingga tiga cangkir kopi sehari dikaitkan dengan kemungkinan hidup lebih lama. Salah satunya sebuah studi baru para peneliti di Australia.

Para peneliti seperti disiarkan Insider yang dilansir dari Kantor Berita Nasional ANTARA, Kamis (29/9/2022), menganalisis data dari 450.000 orang di Biobank Inggris, yang diamati selama sekitar 12,5 tahun.

Mereka menemukan, peminum kopi bubuk 27 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal lebih awal dibandingkan dengan bukan peminum kopi.

Peminum kopi instan dan tanpa kafein memiliki kemungkinan kematian dini 11 persen dan 14 persen lebih rendah.

Menurut studi tersebut orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi, apa pun jenisnya, juga lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit kardiovaskula

Sementara peminum kopi berkafein memiliki kemungkinan sedikit lebih rendah terkena aritmia atau detak jantung tidak teratur.

"Temuan kami menunjukkan minum kopi dalam jumlah cukup dapat dinikmati sebagai perilaku yang menyehatkan jantung," kata penulis utama studi Peter Kistler, dari Baker Heart and Diabetes Research Institute di Australia.

Studi lainnya dijabarkan dalam sebuah makalah dalam The Journal of Nutrition tahun lalu. Dalam jurnal tersebut memaparkan orang Italia yang minum tiga hingga empat cangkir espresso setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena semua penyebab kematian dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi.

Sedangkan orang di Inggris yang minum kopi tanpa pemanis hingga kopi yang sedikit manis memiliki kemungkinan 31 persen lebih kecil untuk meninggal (karena penyakit) dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak minum kopi.

Hal ini merujuk pada sebuah penelitian yang melacak 171.000 orang selama tujuh tahun.