Begini Tata Cara, Ketentuan dan Bacaan Niat Shalat Idul Adha

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sebentar lagi kaum muslimin akan merayakan hari Idul Adha. Ada baiknya kita mempelajari sejenak tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melaksanakan shalat ‘Idul Adha. Semoga kita dapat mengamalkannya.
Idul Adha Adalah Hari Raya Kaum Muslimin. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad)
Sementara untuk hukum shalat Idul Adha, para ulama berselisih pendapat. Ada yang berpendapat fardhu kifayah, fardhu ‘ain, dan sunnah (dianjurkan). Namun yang lebih tepat, hukumnya adalah fardhu ‘ain, artinya wajib bagi setiap individu kaum muslimin.
Waktu pelaksanaan shalat ‘Id adalah waktu dhuha. Al ‘Alamah Shiddiq Hasan Khan rahimahullah mengatakan : “Waktunya adalah setelah meningginya matahari setinggi tombak sampai zawwal (bergesernya matahari ke arah barat). Para ulama telah ijma’ (sepakat) tetang masalah ini”
Dilansir dari Muslim.or berikut ketentuan dalam pelaksanaan shalat Idul Adha:
- Berjalan kaki menuju tempat shalat 'Id
Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak menaiki kendaraan kecuali jika ada kebutuhan.
- Mandi dan memakai pakaian yang bagus
Dianjurkan mandi sebelum berangkat shalat. Sa’id bin Musayyib rahimahullah mengatakan : “Sunnah hari raya (‘Idul Fitri) ada tiga : “Berjalan menuju tanah lapang, makan sebelum keluar rumah, dan mandi”.
- Tidak makan sebelum shalat Idul Adha
Buraidah radhiyallahu’anhu mengatakan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar menuju shalat ‘Idul Fithri sebelum makan terlebih dahulu. Adapun pada hari raya kurban, beliau tidak makan sebelum pulang dari tempat shalat kemudian memakan sembelihan beliau” (HR. Tirmidzi, hasan).
- Tidak ada adzan dan iqomah
Jabir bin Samurah berkata : “Aku pernah melaksanakan shalat ‘Id bersama Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua kali, etika itu tidak ada adzan maupun iqomah” (HR. Muslim)
- Tidak ada shalat sebelum maupun sesudah shalat Idul Adha
Tidak ada shalat sunnah sebelum shalat ‘Id maupun sesudahnya. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari ‘Idul Adha atau ‘Idul Fithri. Beliau mengerjakan shalat dua raka’at namun tidak mengerjakan shalat sunnah sebelum dan sesudahnya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tata cara shalat Idul Adha
- Secara ringkas, pelaksanaan tata cara shalat ‘Id adalah sebagai berikut :
- Dimulai dengan takbiratul ihram, seperti shalat yang lainnya.
- Pada rakaat pertama ditambah takbir tambahan (zawaaid) sebanyak 7 kali selain takbiratul ihram.
- Pada rakaat kedua ditambah takbir sebanyak lima kali
- Dibolehkan mengangkat tangan ketika takbir tambahan sebagaimana yang dicontohkan sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma
- Tidak ada dzikir khsusus yang dibaca diantara takbir. Namun terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan : “Di antara takbir, hendaklah memuji Allah”
- Setelah selesai takbir tambahan, kemudian membaca Al Fatihah dan surat pilihan
- Dianjurkan untuk membaca suarat Qaaf pada rakaat pertama dan surat Al Qamar pada rakaat kedua. Atau bisa juga membaca surta Al A’laa dan Al Ghasiyah.
Niat Sholat Idul Adha
Niat adalah hal yang penting dalam melaksanakan sholat dan merupakan rukun sholat, termasuk bagi sholat Idul Adha. Namun niat dapat dilafalkan dalam hati.
Mengutip Zakat, berikut niat dan bacaan sholat Idul Adha bagi makmum:
"Usholli sunnatan 'iidil adhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaa."
Artinya: (Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta'ala.)