Nostalgia Losari di Akhir Pekan

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pagi yang cerah untuk memulai aktifitas di akhir pekan. Beberapa orang telah menjadwal kegiatannya di weekend kali ini, namun tak jarang pula yang menjalankan rencana dadakan.
Tak sulit menemukan lokasi bersantai di Makassar saat akhir pekan tiba. Pada tiap sudut Kota Daeng ini hampir menyiapkan spot-spot nyaman menghabiskan waktu sembari melepas penat. Salah satunya Pantai Losari.
Lokasi yang sudah menjadi ikon Kota Makassar ini hampir tiap pekan dipadati warga, baik itu yang mencari nafkah dengan menjajakan dagangannya ataupun mereka yang berkunjung sembari mencuci mata dan menikmati jajan kuliner hingga pernak-pernik dan pakaian.
Pemerintah Kota memang membuka ruang bagi pedagang kaki lima untuk menjajakan dagangan mereka di sekitar area anjungan pantai Losari khusus pada saat akhir pekan.
Dalam ingatan masyarakat dekade 1970-an hingga pertengahan 1990-an mungkin masih terekam jelas, lokasi ini justru akan semakin ramai pada saat sore menjelang malam. Pengunjung yang datang saat itu akan dimanjakan dengan aroma khas pisang epe yang tercium di sepanjang area Losari. Orang-orang akan menikmati pisang epe di atas beton panjang yang membatasi bibir pantai dan daratan sembari menyaksikan matahari tenggelam. Sungguh indah.
Sulit untuk percaya jika di situ pernah berdiri sebuah taman populer. Masyarakat era itu mengenalnya sebagai Taman Safari. Namun, isinya bukan binatang lengkap bersama pawangnya seperti taman safari. Melainkan hanya beberapa patung satwa ditambah sejumlah permainan kanak-kanak macam perosotan, ayunan hingga jungkat-jungkit.
Generasi era milenial saat ini mungkin tak banyak tahu jika pantai ini memiliki sejarah yang terbilang unik. Dahulu, Pantai Losari merupakan sebuah pasar ikan yang beroperasi di pagi dan siang hari.
Di sore dan malam hari, tempat ini dijadikan tempat berjualan bagi pedagang yang menjual makanan. Barulah pada tahun 1945, pantai ini nampaknya mulai diperhatikan oleh pemerintah setempat.
Pembangunan oleh Pemerintah setempat mulai dilakukan dengan pemasangan beton sepanjang 910 meter. Pemasangan beton ini bertujuan untuk mencegah ombak besar selat Makassar menerjang beberapa fasilitas umum di sepanjang pantai. Inilah awal Pantai Losari menjadi lokasi wisata.
Kini tidak ada lagi tembok beton berganti menjadi taman yang luas untuk bermain dilengkapi tempat duduk serta lampu taman. Ada juga beberapa patung untuk memperindah area tersebut.
Jika kita menghadap ke laut kita bisa menyaksikan salah satu ikon baru yang menjadi spot foto yang amat instagramable, yakni Masjid 99 Kubah. Sesuai namanya masjid ini memiliki banyak kubah. Warnanya jingganya tampak kontras dengan biru cerah langit Makassar.
Di bibir pantai ada pula masjid Amirul Mukminin yang menjorok ke laut dengan jembatan beton penghubung dari darat. Orang Makassar menyebutnya Masjid Terapung.
Pantai Losari yang indah dengan wajah yang kian dipercantik. Dari dulu hingga kini dan semoga sampai nanti landmark Kota Anging Mammiri ini menjadi pilihan warga untuk berakhir pekan.