Management Nipah Mall bersama Presiden direktur Kalla Group Solihin Kalla serta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat Grand Opening Nipah Mall Makassar, sabtu (03/11/2018). (dok)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kota Makassar semakin mengukuhkan statusnya sebagai kota dagang. Salah satu indikatornya, kian bertambahnya jumlah mall atau pusat perbelanjaan (sentra dagang).

 

Hari Sabtu (03/11/2018), kelompok usaha Kalla meresmikan satu lagi mall miliknya, yaitu Nipah Mall di Jalan Urip Sumoharjo, yang bersebelahan dengan kantor Gubernur Sulawesi Swlatan.

 

Sebelumnya, Kalla telah mengoperasikan Mal Ratu Indah (Mari) di Jalan Ratulangi, sejak 1999. Nipah Mall mengembangkan konsep green building yang mensyaratkan adanya ruang terbuka, konservasi air, serta hemat pemakaian energi.

 

Mal yang unik juga di Makassar adalah Karebosi Link yang berada di bawah tanah. Di atas mal terdapat pusat kegiatan olahraga yaitu Lapangan Karebosi yang juga sering dipakai untuk acara lain, seperti upacara, shalat ied, hingga konser musik.

 

Nipah Mall merupakan mall kesebelas yang beroperasi di Makassar. Delapan mal lainnya, yaitu, Global Trade Center, Trans Mall, Phinisi Point, Makassar Trade Center, Karebosi Link, Mal Panakkukang, Panakkukang Square, Makassar Town Square, dan Daya Square.

 

Daftar pusat perbelanjaan sekaligus sentra dagang di Makassar kian panjang jika dimasukkan pula Pasar Sentral (Makassar Mall) dan Pasar Butung yang disebut-sebut sebagai pusat grosir terbesar di Indonesia Timur.

 

Padahal, jumlah penduduk Makassar hanya berjumlah 1,4 juta jiwa. Penduduk Sulsel sekitar 8,6 juta jiwa.

 

Jika dibandingkan jumlah penduduk Makassar dengan banyaknya mall dan pusat perbelanjaan berarti setiap satu mall berbanding sekitar 100 ribu lebih penduduk.

 

Atau perbandingan jumlah mal dan luas wilayah daratan Makassar yang hanya 17.570 hektar, maka setiap 1.351 hektar terdapat satu mal. 

 

Andaikan setiap mal rata-rata menyerap pekerja 500 orang, maka keberadaan mal dan sentra dagang tersebut menyediakan lapangan kerja bagi 6.500 orang. 

 

Nilai ekonomi mall dan sentra dagang itu menjadi lebih besar lagi jika memperhitungkan jumlah pedagang atau pengusaha yang menyandarkan hidupnya disana. Tentu modal besar juga berputar pusat bisnis tetsebut.

 

Namun demikian, pengunjung mall bukan hanya penduduk Makassar, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Bahkan pedagang di sentra-sentra perdagangan seperti Pasar Butung dan Pasar Sentral melayani pelanggannya dari berbagai daerah di kawasan timur Indonesia hingga Papua.