Komut PTPN XI Ungkap Urgensi Digitalisasi Sektor Perkebunan dan Pertanian

CELEBESMEDIA.ID, Gowa - Perkembangan ekonomi digital saat
ini jadi salah satu faktor pendorong kemajuan ekonomi nasional maupun di daerah
di segala sektor.
Komisaris Utama (Komut) PTPN IX Jateng, Syarkawi Rauf mengatakan,perkembangan
digitalisasi saat ini bukan hanya berpotensi menghapus sejumlah profesi, namun
justru turut menghasilkan profesi baru.
Hal ini dipaparkan dalam 3rd Bussiness Forum CEO 2023 yang
dilaksanakan di kawasan Padivalley, Gowa, Kamis (8/6/2023).
"Digitalisasi intinya ada dua, bagaimana
mendigitalisasi industri yang sudah ada dan menciptakan industri digitalisasi
yang baru," ungkap Syarkawi.
Mantan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ini
mencotohkan bagaimana teknologi digitalisasi di sektor transportasi yang
dulunya sulit diterima oleh pelaku usaha transportasi konvensional dengan
berbagai alasan persaingan usaha yang dianggap berpotensi mematikan usaha
konvensional. Namun lambat laun bisa terintegrasi dengan proses digitalisasi
yang terus berjalan.
Perkembangan ekonomi digital diperlukan di semua lini usaha.
Meski demikian pengembangan ekonomi digital masih terkendala dan menghadapi
tantangan seperti infrastruktur internet, sumber daya manusia, maupun kemampuan
logistik.
Data Bank Indonesia (BI) menyebut literasi digital di urban
lebih bagus dibandingkan di desa. Namun, 84 persen ekonomi digital masih berada di Jabodetabek, sementara 16 persen
hanya berada di luar Jawa termasuk Sulawesi Selatan.
Meski begitu, BI turut memaparkan daya saing digital di Sulsel tertinggi di Indonesia Timur. Oleh karena itu, BI menyebut pengembangan flatform digital untuk market di Sulsel sangat potensial untuk dikembangkan, dengan adanya pengembangan ekosistem digital diharap bisa menyerap produk pasar di Sulsel utamanya sektor pertanian sebagai sektor prioritas.
Laporan : Azwar Parawangi