Tradisi 10 Muharram di Sulsel, Warga Borong Peralatan Rumah Tangga

Warga belanja peralatan rumah tangga di Alaska - (foto by Ariani)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Memasuki Tahun Baru Islam, saat tiba hari asyura (10 Muharram), sebagian warga Kota Makassar menyerbu toko peralatan alat rumah tangga untuk membeli beberapa peralatan seperti ember, gayung (timba), baskom dan panci.

Sebagaimana yang terlihat di Kota Makassar, salah satu toko yang diserbu warga yakni Alaska, sudah ramai dikunjungi bahkan warga yang berasal dari luar Makassar, seperti Pangkep, Maros hingga Palopo.

Menurut beberapa warga, hal ini sudah menjadi tradisi masyarakat di Sulawesi Selatan. Mereka percaya, jika berbelanja peralatan rumah tangga tepat di hari asyura, akan mendapatkan berkah.

“Hari ini kan peringatan 10 Muharram, jadi saya belanja alat-alat rumah tangga. Ini saya beli panci, timba, baskom, gelas hingga wajan,” kata Hariati, warga asal Kabupaten Pangkep, Selasa (10/9/2019).

Ketika ditanya soal makna dari tradisi masyarakat yang setiap memasuki 10 Muharram mereka pergi berbelanja, Hariati menyebut tidak tahu artinya, namun karena hal ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun, ia dan keluarganya pasti pergi membeli peralatan rumah tangga.

“Saya tidak begitu tahu apa artinya makanya saya belanja alat rumah saja karena sudah jadi tradisi sejak dulu. Tapi kata orang-orang tua, beli timba dan semacamnya itu katanya supaya dapat limpahan rejeki,” tambahnya.

Hasil pantauan CELEBESMEDIA.ID, tidak hanya peralatan timba dan panci yang masyarakat beli, ada juga yang beli peralatan rumah tangga jenis lain tetapi baskom, panci, dan timba itu selalu ada dengan keyakinan dua jenis barang ini bermakna bisa meraup rejeki lebih banyak.

“Kalau saya beli pisau, toples dan gelas yang bahannya semua stainless, tapi tetap saya beli panci dan timba, supaya rejeki tahan lama," tutur Hj Aliyah (55), warga asal Kota Palopo, Sulsel.