Ramadan, Permintaan Es Cendol Meningkat Hingga 100 Persen

Cendol buatan Hj Halijah / foto: Ariani

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Salah satu takjil yang paling diminati untuk berbuka puasa adalah es cendol. Salah satu pembuat es cendol di Makassar adalah Hj Halijah (65) atau yang akrab disapa Ija.

Bertempat tinggal di lorong 166, Jl Barukang Raya, Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Ija bersama anaknya merintis usaha pembuatan es cendol hingga menjadi usaha rumahan yang dikenal sampai ke luar daerah.

Saat ditemui tim liputan CELEBESMEDIA.ID, Rabu (15/5/2019), Ija menuturkan jika dirinya telah memproduksi cendol sejak 18 tahun yang lalu. Namun, produksi penjualannya akan semakin meningkat jika memasuki bulan suci Ramadan.

“Setiap masuk Ramadan, pasti produksi cendol itu meningkat 100 persen. Jika biasanya mempoduksi cendol hanya 1.500 bungkus kini harus memproduksi hingga 3.000. Saya pakai tepung beras sebagai bahan cendol,” katanya.

Sementara itu, untuk pengerjaannya, demi memenuhi permintaan langganan yang datang hingga luar daerah itu, nenek bercucu 12 orang ini melakukan penambahan tenaga kerja. Jika biasanya hanya lima orang kini menjadi 25 orang yang rata-rata sebagai tenaga pembungkus.

"Jadi cendolnya mulai dikerja malam hari, pukul 21.00 Wita, dari memasak bahan baku tepung beras, memasukkan dalam kotak berlubang sebagai cetakan, lalu diwarnai biasanya warna hijau, kemudian dibungkus. Pagi harinya dijemput oleh pemesan, setiap hari 2 mobil yang angkut untuk ke daerah,” jelas Hj Halijah.

Satu bungkus cendol, lanjut Ija, diratakan harganya Rp 2.500. Usaha cendolnya ini diakui mampu bertahan karena senantiasa menjaga kualitas. Dia menjamin, cendol buatannya tidak menggunakan pengawet jenis apapun.

“Adapun pasaran cendol yang kami jual ini hingga ke kabupaten-kabupaten seperti Maros, Pangkep, dan Barru,” pungkasnya.