Perdagangan Besar dan Eceran Pemasok Pajak Terbesar

Konferensi pers Kinerja APBN Anging Mamiri Triwulan II Tahun 2022 di Gedung Keuangan Negara II, Makassar, Senin (18/7) pagi - (foto by Fitri Khaerunnisa)

CELEBESMEDIA.ID, MakassarPerwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers terkait Kinerja APBN Anging Mamiri Triwulan II Tahun 2022 di Gedung Keuangan Negara II, Makassar, Senin (18/7/2022) pagi.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk transparansi pengelolaan APBN kepada masyarakat yang dilaksanakan secara luring dan dihadiri oleh perwakilan unit eselon II Kemenkeu Sulsel, antara lain Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara; Kepala Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel); Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Sulawesi Selatan; perwakilan Kepala Kanwil Dirjen Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat.

Dalam pelaporannya, Kepala Kanwil Dirjen Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara mengungkapkan bahwa kinerja pajak di Sulsel sudah cukup baik dengan hasil realisasi sebesar Rp6.221 triliun dari target di tahun 2022 sebesar Rp9,982 triliun atau dengan kata lain realisasi penerimaan pajak sudah mencapai 62,32% dari target.

Pencapaian Sulawesi Selatan merupakan capaian tertinggi jika dibandingkan dengan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Di mana, untuk Sulawesi Tenggara memiliki realisasi sebesar Rp1,5 triliun dari target Rp2,7 triliun (tumbuh 38,7%) dan Sulawesi Barat dengan realisasi sebesar Rp393 miliar dari target Rp900,8 miliar (tumbuh 28,10%).

"Pertumbuhan di Sulawesi Selatan dengan sumber paling tinggi yaitu dengan 46,44% dengan target Rp9.982 triliun, realisasi Rp6.221 triliun dan capaiannya 62,32%," jelas Arridel.

Dari penerimaan pajak yang didapatkan, terdapat lima sektor penerimaan pajak terbesar di Sulawesi Selatan. Adapun kelima sektor tersebut antara lain, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor, Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib, Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Industri dan Pengolahan.

Untuk sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor, hingga tanggal 30 Juni 2022 memiliki realisasi senilai Rp1.772.674.852.499 atau tumbuh sebesar 87,68% dari periode yang sama tahun 2021 dengan kontribusi sebesar 28,49%

Di sektor kedua, yakni Kegiatan Jasa Lainnya dengan realisasi senilai Rp733.992.758.200 atau tumbuh sebesar 587,28% dengan kontribusi 11,80%. Kemudian, sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib senilai Rp608.933.522.554, tumbuh 15,19% dengan kontribusi 9,79%.

Selanjutnya, sektor Jasa Keuangan dan Asuransi dengan realisasi senilai Rp586.030.908.327, atau tumbuh sebesar 18,52%, dengan kontribusi 9,42% dan sektor yang terakhir yakni sektor Industri dan Pengolahan dengan realisasi senilai Rp547.581.137.743, tumbuh 8,83%, dengan kontribusi sebesar 8,80%.

Laporan: Fitri Khaerunnisa