Aduh...! Ekonomi Sulsel Triwulan I-2022 Kontraksi Minus 5,77 Persen

Ekonomi Sulsel Triwulan I-2022 Kontraksi Minus 5,77 Persen - (Dok. CELEBESMEDIA.ID)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Perekonomian Sulawesi Selatan berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2022 mencapai Rp 136,69 triliun. Sementara jika diukur atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 83,36 triliun. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel dalam laporan terbarunya, ekonomi Sulsel triwulan I-2022 (Januari-Maret) terhadap triwulan sebelumnya (triwulan IV-2021) mengalami kontraksi sebesar -5,77 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,03 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 30,17 persen. 

Meski demikian, ekonomi Sulsel triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,27 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,82 persen.

Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 77,10 persen.

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Bruto (PDB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Untuk daerah atau wilayah diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.

Sementara PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.

PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.