Di Tengah Pandemi Covid-19, Bank Bukopin Tetap Salurkan Kredit

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di tengah tekanan krisis akibat pandemi Covid-19, Bank Bukopin tetap melakukan penyaluran kredit secara selektif. Selain itu, Bank Bukopin juga fokus pada kredit dengan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) rendah, yaitu segmen Konsumer dan UMKM.
Direktur Utama Bank Bukopin Tbk, Eko Hermansyah Gindo, menjelaskan, selama triwulan I/2020, kredit yang disalurkan Perseroan tumbuh 2,4 ersen (year-to-date) menjadi Rp 71,2 triliun dengan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 77,89 triliun.
Dari sisi kualitas kredit, Perseroan berhasil meningkatkan kualitas aset dengan posisi NPL (net) turun ke 3,40 persen membaik dibandingkan 4,45 persen pada Desember 2019.
Per posisi Desember 2019, diantara 20 bank dengan aset terbesar berdasarkan porsi kredit UMKM dibandingkan dengan total kredit yang diberikan, Bank Bukopin tercatat memiliki porsi kredit UMKM terbesar, yaitu 57,4 persen dari total kredit yang disalurkan.
Menurut Eko, yang dikutip CELEBESMEDIA.ID, Jumat (22/5) dari siaran pers Bukopin, penyaluran kredit segmen ritel difokuskan pada pembiayaan kredit personal, yaitu segmen pensiunan PNS/TNI/Polri, PNS aktif dan pensiunan BUMN, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
“Pada segmen UMKM, ekspansi kredit Bank Bukopin difokuskan pada pembiayaan kredit produktif yang lebih tahan uji terhadap krisis,” ujar Eko, sebagaimana dikutip CELEBESMEDIA.ID, Selasa (12/5) dari siaran pers yang diterbitkan perseroan.
Di tengah kondisi perekonomian dan bisnis yang dihantam pandemi Covid-19, Bank Bukopin berhasil mencatatkan pertumbuhan laba operasional 88 persen pada triwulan 2020 menjadi Rp 90,5 miliar.
Peningkatan laba operasional ini, terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 19,8 persen dan pendapatan operasional lainnya sebesar 44,8 persen.
Eko mengatakan, peningkatan pendapatan operasional lainnya Perseroan tersebut selaras dengan strategi untuk memfokuskan ekspansi pada produk-produk trade finance seperti Flexy Bill, Flexy Pay, Flexy Gas dan Flexy Health.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), pengembangan DPK pada segmen ritel dilakukan dengan penguatan jaringan outlet, pengembangan produk Current Account Saving Account (CASA), memperkuat komposisi pendanaan jangka menengah dan Panjang serta pengembangan sumber dana non simapanan nasabah.
Secara keseluruhan, hingga triwulan I-2020 Bank Bukopin berhasil menjaga posisi aset pada angka Rp100,80 triliun, sementara laba sebelum pajak terjaga sebesar Rp 63,7 miliar, tumbuh tipis 1,2 persen secara year-on-year.
Hingga triwulan I/2020 Laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp 53,70 miliar.
Untuk memperkuat permodalan, Bank Bukopin telah merencanakan aksi korporasi pada tahun ini melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) V. Langkah tersebut merupakan salah satu upaya Bank Bukopin untuk memperkuat permodalan Perseroan dengan mekanisme HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 40 persen dari total saham Perseroan.
Proses HMETD diharapkan dapat segera direalisasikan. Saat ini aksi korporasi tersebut telah sampai pada proses registrasi lanjutan.
“Aksi korporasi ini ditujukan untuk meningkatkan modal inti Perseroan sehingga penguatan modal tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis, terutama di sektor penyaluran kredit serta penguatan struktur keuangan,” ujarnya.