Pedagang Makassar Cemas Pasokan Tersendat Picu Harga Naik Tinggi

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pedagang di pasar tradisional Makassar yang menjual bahan kebutuhan pokok, terutama sayuran, hasil ternak, mencemaskan cuaca ekstrem mengganggu pasokan dari sentra produksi. 

Tersendatnya pasokan karena hujan, banjir, ditambah permintaan jelang liburan Natal dan tahun baru, dikhawatirkan memicu kenaikan harga lebih tinggi lagi. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, harga sayuran sudah naik cukup tinggi. Bahkan cabai rawit sudah melonjak sampai 600 persen. 

Tak hanya sayur mayur, harga telur ayam ras di Pasar Terong juga mengalami kenaikan yang mulanya harga Rp 33.000 ribu per rak kini menjadi Rp 35.000 per rak.

"Ada kenaikan. Kalau kemarin Rp 33.000 ribu per rak sekarang Rp 35.000 per rak naik 2 ribu," kata Rahman (31) salah satu pedagang telur di Pasar Terong saat ditemui CELEBESMEDIA.ID, Jumat (10/12/2021).

Dia menuturkan, kenaikan harga komoditas telur ini karena beberapa faktor salah satunya faktor cuaca. Bahkan kata dia harga telur naik sejak minggu lalu.

"Ada juga kendala banjir, faktor kurangnya pasokan telur," ungkapnya.

Rahman mengaku pasokan telurnya berasal dari Kabupaten Sidrap. Pasokan telurnya juga sempat terganggu akibat beberapa wilayah di Sulawesi Selatan mengalami bencana banjir.

Dalam sehari ia bisa menjual telur 200 rak per hari. Meski saat ini harga telur naik namun penjualannya masih normal. 

"Standar, kadang 200 rak laku pe hari. Sekarang harga naik juga tetapji (200 rak per hari)," bebernya.

"Kalau tidak terlalu tinggi harga dia (pembeli) tidak jadi masalah, yang penting masih di bawah harga Rp 40.000 per rak," imbuhnya.

Dia juga menambahkan kemungkinan harga telur akan naik mengingat perayaan natal dan tahun baru menyisahkan beberapa pekan lagi. Biasanya kebutuhan masyarakat meningkat. 

"Belum tau (harga naik atau tudak), tapi kalau seperti tahun lalu biasa mau masuk tahun baru ada kenaikan harga," tandasnya.

"Biasanya naik Rp 2.000- Rp 3.000. Jadi dari harga Rp 35.000 naik Rp 38.000 ribu bahkan kadang juga sampai Rp 40.000 ribu kalau tahun baru," pungkasnya.

Di Pasar Karuwisi juga terjadi hal yang sama. Harga telur ayam ras juga naik.

 "Sekarang sudah mulai naik," ucap Adi (36), salah satu pedagang. 

Dia mengaku saat ini harga telur buat eceran ada yang Rp 33.000, Rp 35.000, dan Rp 38.000 ribu per rak (harga sesuai ukuran telur).

"Pernah dijual 100.000 ribu 3 rak atau 1 rak itu Rp 33.000 tapi sekarang sudah Rp 38.000 ribu per rak. Kalau grosir kemarin Rp 34.000- Rp 35.000 per rak harganya masih stabil dalam sepekan ini," katanya.

Dia juga menyatakan kemungkinan harga kembali naik minggu depan apalagi jelang perayaan natal dan tahun baru.

"Biasanya kalau musim pemakaian begini ada kenaikan untuk eceran itu sampai  Rp 40 .000 ribu per rak, jadi yang biasanya per rak itu Rp 38.000 ribu naik Rp 40.000 ribu, naiknya Rp 2.000 ribu sampai Rp 3.000 ribu," paparnya.

Untuk pembeli, kata dia pasti mengeluh soal naiknya harga telur namun beberapa sudah paham jika harga telur naik. 

"Kalau saya Alhamdulillah tidak ada kendala karena pas banjir pasokan sudah ada, terus pas kita mau ambil lagi, sudah surut mi jadi tidak terganggu," tutupnya.

Dia menambahkan setiap minggu ia pasok dari Kabupaten Sidrap sekitar 2.000 rak per minggu. Namun untuk penjualannya tiap hari ia mengaku mampu menjual sekitar 50-70 rak per hari.

Download aplikasi CELEBESMEDIA.ID di Appstore dan Playstore.

Follow dan Add juga Sosial Media CELEBESMEDIA.ID di Instagram, Twitter, Facebook & Youtube.