OPINI : Kemampuan Bergerak

CITIZEN . 13-12-2018, 16:49
Bastian Jabir Pattara, Dosen, Trainer dan Konsultan Komunikasi (handover)

Oleh : Bastian Jabir Pattara


IMPIAN Tanpa Gerakan Hanyalah Mimpi yang Tak Akan Pernah Terwujud.

Ahli manajemen Prof Rhenald Kasali membagi sembilan dasar atau pondasi penting bagi pembaharuan yang produktif. 

Pertama, kemampuan bergerak. Kedua, berinisiatif. Ketiga self discipline (disiplin diri). Keempat, menahan diri. Kelima, fokus. Keenam, respek. Ketujuh, berhubungan baik dengan orang lain. Kedelapan, tahu membedakan kebwnaran dengan pembenaran. Kesembilan, mampu membuka dan mencari "pintu".

Dari kesembilan pondasi tersebut, Renald memposisikan "Kemampuan Bergerak" sebagai pondasi awal untuk pembaharuan dan kehidupan kita agar produktif. 

Kemampuan bergerak adalah tindakan aktif untuk mewujudkan apa yang telah kita rencanakan sesuai dengan impian kita. Impian tanpa gerakan hanyalah mimpi yang tak akan pernah terwujud.

Kemampuan kita bergerak memiliki kecepatan tertentu, karena impian-impian kita juga punya batas waktu tertentu. Batas yang paling dasar adalah umur dan perubahan zaman. Jika kita bergerak dengan kecepatan lambat, tentu impian yang kita raih, tidak akan memberikan manfaat besar.

Salah satu masalah utama yang membuat kita tidak mudah bergerak karena terlalu banyaknya alasan yang kita buat untuk membenarkan kemalasan-kemalasan kita sendiri. 

Termasuk menunggu suasana hati dan lingkungan kita yang ideal baru kita akan melangkah. Padahal suasana hati dan lingkungan yang baik atau buruk tersebut, kita jugalah yang menciptakannya.

Kemampuan bergerak sejatinya harus kita mulai dengan langkah kecil dari diri kita sendiri, dan dengan segera kita memulainya, bukan dari orang lain. 

Sesuai teori hirarki kebutuhan Maslow bahwa orang lain akan memenuhi kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum memperhatikan kebutuhan orang lain. 

Artinya, tidak akan ada orang mengorbankan hidupnya untuk kesuksesan orang lain. Kita jangan menunggu orang lain untuk mewujudkan impian kita. Walaupun, tentu lebih mudah jika kita memiliki banyak teman untuk membantu mewujudkan impian kita.

Kita berusaha keras untuk tidak menunggu dukungan suasana hati dan lingkungan yang ideal sesuai dengan rekayasa dalam pikiran malas kita. 

Suasana hati dan lingkunganlah yang semestinya mengikuti pola kerja kita. Suasana hati dan lingkungan akan menyesuaikan ritmenya saat kita dapat berjuang keras untuk melakukan gerakan aktif dengan kecepatan yang konstan. Semoga kita dimudahkan melakukannya.


Bastian Jabir Pattara, Dosen, Trainer dan Konsultan Komunikasi

Tags :

Reaksi

Sedih 0%

Marah 0%

Senang 0%

Terkejut 0%

Guest

0 Comment