Peranan Materi Genetik Dalam Penentuan Sifat

CELEBESMEDIA.ID: Makassar - Ketika belajar mengenai peranan materi genetik dalam pewarisan sifat, maka kita akan mengenal istilah sifat dominan dan sifat resesif.
Sifat dominan adalah sifat yang menonjol dan mengalahkan sifat yang lain. Sedangkan sifat resesif adalah sifat yang kalah atau karakteristik yang ditutupi.
Pada umumnya gen dominan atau sifat dominan ditulis dengan huruf kapital sedangkan gen resesif atau sifat resesif ditulis dengan huruf kecil.
Contohnya, seseorang yang memiliki bentuk tubuh tinggi akan ditulis dengan T (dominan) dan seseorang yang memiliki bentuk tubuh pendek ditulis dengan huruf t (resesif).
Variasi atau bentuk alternatif dari gen-gen disebut alel. Selain itu dalam pewarisan sifat, kita juga mengenal dengan istilah fenotipe dan genotipe.
Fenotipe adalah ekspresi gen atau karakter yang bisa dilihat. Sedangkan genotipe yaitu susunan informasi genetik dari individu yang mengkode karakter fisik. Fenotipe individu dapat diperkirakan jika kita mengetahui genotipe masing-masing karena ekspresi gen tergantung pada dominan atau resesifnya alel.
Kromosom
Kromosom penyusun sel kelamin berbeda dengan kromosom di sel tubuh. Di sel kelamin, kromosom bersifat haploid atau tidak berpasangan, sedangkan pada sel tubuh susunan kromosomnya disebut diploid atau berpasangan.
Jumlah kromosom dalam sel kelamin adalah 23 pasang. Karena kromosom tubuh bersifat diploid (2n) maka total dari kromosom tubuh adalah 23 x 2 = 46 buah kromosom.
Penulisan kromosom kelamin laki-laki dapat dituliskan dengan huruf XY. Sementara itu kromosom perempuan dapat dinotasikan dengan huruf XX.
Gen kromosom pada kelamin jantan, yaitu X dan Y keduanya memiliki peranan yang sangat penting dalam penentuan kelamin saat sel telur dan sel sperma bertemu.
Saat kromosom gen Y pada laki-laki bertemu dengan kromosom gen X pada perempuan, maka akan menghasilkan keturunan atau anak dengan jenis kelamin laki-laki (XY).
Apabila kromosom gen X pada laki-laki bertemu dengan kromosom gen X pada perempuan maka akan menghasilkan seorang anak perempuan (XX).
Dalam istilah pewarisan sifat, orang tua atau induk dikenal dengan sebutan parental (P), sedangkan keturunan yang dihasilkan dalam proses pewarisan sifat disebut dengan sebutan filial (F).