Manfaat Air Hujan Menurut Pandangan Islam dan Tata Cara Menggunakannya Sebagai Obat

Manfaat Air Hujan Menurut Pandangan Islam (freepik.com)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Hujan merupakan bentuk presipitasi cairan yang berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es, dan slit.

Agar dapat jatuh ke permukaan bumi, hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal dengan suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan bumi.

Proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh adalah langkah utama terbentuknya hujan.

Ada dua proses yang mungkin terjadi bersamaan untuk mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara dan penambahan uap air ke udara.

Manfaat hujan bagi manusia sangat besar. Selain menjadi sumber air tawar yang sulit diakses melalui sungai, danau, atau sumber air lainnya, hujan juga mendukung kehidupan modern dengan menyediakan air untuk pertanian, industri, kebersihan, dan energi listrik.

Hujan memiliki manfaat yang signifikan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan, terutama sebagai sumber air minum dan air yang mengalir di sungai serta air tanah.

Tanaman memerlukan air untuk fotosintesis, yang merupakan proses penting dalam produksi makanan.

Manfaat Air Hujan bagi Kesehatan Menurut Pandangan Islam

Salaf dahulu menggunakan campuran air hujan, minyak zaitun, dan madu sebagai sarana pengobatan, karena disebutkan di dalam Al-Qur'an dan hadis bahwa air hujan dan minyak zaitun adalah berkah, sedangkan madu memiliki sifat penyembuh.

Dalam surat Al-Anfal, Ayat 11, Allah menyebutkan bahwa air hujan turun dari langit untuk menyucikan dan menghilangkan gangguan setan, serta memperkuat hati dan telapak kaki.

Beberapa ulama juga menganjurkan membacakan Al-Qur'an pada air hujan dengan harapan pengaruhnya lebih besar pada kesehatan.

Tata Cara Menggunakan Air Hujan Sebagai Obat

Langkah pertama, tampung air hujan yang turun langsung dari langit lalu ambil seperlunya, kira-kira cukup untuk minum selama tujuh hari.

Tidak melalui perantara seperti genteng, seng, daun ataupun yang memungkinkan air hujan menjadi kotor.

Setelah selesai kita tampung dan kita diamkan beberapa saat agar kotorannya mengendap dan bisa kita pindahkan ke tempat lain.

Ambil air yang bersihnya dan buang sisa endapan atau kotoran yang ada pada bawah air.

Lalu, air hujan dibacakan Surah Al-Fatihah, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, Surah An-Nas, dan Ayat Kursi yang masing-masing surah dibaca sebanyak 70 kali.

Tata cara pengobatan dengan air hujan ini diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW kepada para sahabat sebagaimana riwayat Imam Al-Qalyubi dalam kitab An Nawadir.***