Bahaya Inses: Risiko Kesehatan dan Penyakit Genetik Langka Mengintai Keturunan Akibat Pernikahan Sedarah

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Inses atau pernikahan sedarah merupakan praktik yang dilarang di hampir setiap kebudayaan manusia. Selain bertentangan dengan norma dan agama, pernikahan sedarah juga memberikan risiko serius terhadap kesehatan dan kehidupan keturunan.
Mengapa anak yang lahir dari pernikahan sedarah rentan mengalami masalah kesehatan dan menderita kelainan genetik langka?
Pernikahan sedarah terjadi ketika dua individu yang masih dalam satu garis keluarga menikah.
Meskipun bagi banyak orang membayangkan berhubungan seks dengan kakak atau adik kandung adalah mimpi buruk yang mengerikan, nyatanya sejarah mencatat banyak kasus perkawinan sedarah.
Hubungan sedarah ini memberikan dampak yang sangat buruk bagi populasi atau keturunan yang lahir dari pernikahan tersebut.
Anak yang lahir dari hubungan sedarah memiliki keragaman genetik yang sangat minim dari DNA mereka. Kurangnya variasi dalam DNA meningkatkan risiko terjadinya penyakit genetik langka.
Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak juga dapat melemah. Pada pembentukan sistem kekebalan tubuh, terdapat komponen penting dalam DNA yang disebut Major Histocompatibility Complex (MHC). MHC terdiri dari sekelompok gen yang berperan sebagai penangkal penyakit.
Agar MHC dapat bekerja dengan baik, keanekaragaman alel (varian gen) harus sebanyak mungkin. Semakin banyak alel dalam tubuh, semakin baik tubuh dalam memerangi penyakit.
Namun, anak yang lahir dari pernikahan sedarah memiliki rantai DNA yang kurang variatif, sehingga jumlah dan keberagaman alelnya sedikit.
Alel MHC yang terbatas membuat tubuh kesulitan dalam mendeteksi zat-zat asing. Dampaknya, individu yang mengalami kondisi ini lebih rentan terkena penyakit karena sistem imun tubuhnya tidak dapat bekerja dengan optimal.
Selain itu, pernikahan sedarah juga meningkatkan risiko infertilitas pada orang tua maupun keturunannya.
Berbagai cacat lahir seperti asimetri wajah, bibir sumbing, tubuh kerdil, gangguan jantung, peningkatan risiko terhadap beberapa jenis kanker, dan kematian neonatal juga dapat terjadi.
Studi telah menunjukkan bahwa 40% anak yang lahir dari hubungan sedarah antara dua individu tingkat pertama (keluarga inti) mengalami kekurangan intelektual yang parah.
Beberapa jenis penyakit langka yang sering menyerang anak-anak hasil pernikahan sedarah antara lain adalah albinisme dan defisiensi fumarase (FD).
Albinisme merupakan kondisi di mana tubuh mengalami kekurangan melanin, pigmen yang memberikan warna pada rambut, mata, dan kulit.
Orang dengan albinisme cenderung memiliki warna mata terang dan kulit yang pucat, bahkan jika mereka berasal dari etnis berkulit gelap.
Meskipun tidak semua orang dengan albinisme merupakan hasil dari pernikahan sedarah, risiko terjadinya albinisme meningkat ketika praktik inses terjadi antara sepupu dekat, saudara kandung, atau orang tua dan anak kandung.
Defisiensi fumarase (FD) atau polygamist's down adalah gangguan yang memengaruhi sistem saraf otak.
Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami kejang tonik-klonik, keterbelakangan mental, serta kelainan fisik seperti bibir sumbing, club foot, dan skoliosis.
Anak yang lahir dari pernikahan sedarah dan menderita FD juga dapat mengalami kondisi saraf langka lainnya, seperti mikrosefalus.
Sayangnya, tidak ada pengobatan yang efektif untuk defisiensi fumarase, dan individu dengan kondisi ini umumnya memiliki harapan hidup yang sangat pendek.***