Apa Itu E-commerce dan Bedanya dengan Marketplace

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dikutip dari Investopedia, e-commerce adalah model bisnis yang memungkinkan perusahaan atau individu untuk membeli dan menjual barang melalui internet.
Berbagai produk dan jasa, mulai dari makanan, musik, buku, barang rumah tangga, tiket pesawat, hingga investasi, tersedia untuk dibeli secara online melalui e-commerce.
Kemajuan teknologi dalam perdagangan elektronik ini sering dianggap sebagai disrupsi ekonomi. Media e-commerce beragam, termasuk televisi, telepon, dan internet.
Secara sederhana, e-commerce adalah penyebaran, penjualan, pembelian, dan pemasaran barang atau jasa yang mengandalkan sistem elektronik seperti internet, televisi, atau jaringan teknologi lainnya. Tren terbaru dalam e-commerce juga melibatkan penggunaan media sosial.
Perbedaan e-commerce dengan marketplace
Banyak orang sering kali menyamakan e-commerce dengan marketplace, padahal keduanya berbeda. Marketplace adalah salah satu model dari e-commerce.
Marketplace adalah platform yang mempertemukan penjual dan pembeli. Beberapa contoh marketplace di Indonesia termasuk Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibi, OLX, JD.ID, dan lainnya.
Dalam praktiknya, marketplace melibatkan banyak pihak, bukan hanya perusahaan penyedia platform atau aplikasi.
Pihak-pihak lain yang terlibat termasuk perusahaan jasa ekspedisi dan penyedia pembayaran seperti bank dan dompet digital.
Dengan platform marketplace, proses jual beli menjadi lebih mudah dan efisien karena perusahaan marketplace membantu dalam promosi produk dan memberikan fasilitas transaksi uang secara online.
Marketplace dapat diibaratkan seperti pasar tradisional, namun dilakukan melalui internet atau media online.
Marketplace adalah website atau aplikasi yang menyediakan tempat bagi pelaku bisnis online untuk menjual produk mereka.
Melalui marketplace, pembeli dapat menemukan berbagai jenis barang yang diinginkan dari berbagai onlineshop.
Menurut laporan Digital 2021, pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta orang, meningkat 15,5 persen atau 27 juta orang dibandingkan Januari 2020.
Dengan total penduduk Indonesia saat ini sebesar 274,9 juta jiwa, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Tidak mengherankan jika banyak pelaku bisnis mulai beralih ke model perdagangan elektronik.
Selain potensi pasar yang besar, bisnis e-commerce memiliki keuntungan seperti tidak adanya batasan geografis, kemudahan mencari pelanggan, dan tidak memerlukan toko fisik.
Secara umum, ada empat jenis e-commerce:
- Business to business (B2B): Transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan.
- Business to consumer (B2C): Jenis perdagangan elektronik yang melibatkan pelaku bisnis dan konsumen.
- Consumer to consumer (C2C): Transaksi yang dilakukan antar konsumen untuk barang atau jasa.
- Consumer to business (C2B): Jenis perdagangan elektronik di mana konsumen menyediakan produk atau layanan kepada perusahaan.***