Sistem Kepercayaan yang Berkembang Sebelum Zaman Hindu Buddha

CELEBESMEDIA.ID: Makassar - Perkembangan sistem kepercayaan di Indonesia berubah dari masa ke masa. Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum datangnya agama Hindu dan Buddha adalah animisme dan dinamisme.
Dikutip dari buku Revolusi Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia (1988) karya Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan asli orang Nusantara, termasuk kepercayaan, sebelum datangnya agama Hindu dan Buddha adalah berupa roh-roh dan tenaga gaib yang masih kabur bentuk dan fungsinya.
Animisme
Kata animisme berasal dari bahasa Latin anima yang memiliki arti roh. Menurut buku Sejarah Asia Tenggara: Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer (2013) karya M.C Ricklefs, animisme adalah sistem kepercayaan yang memuja makhluk halus dan roh nenek moyang.
Dalam konsep animisme, mereka manusia percaya bahwa roh nenek moyang atau roh kerabat yang sudah meninggal dunia mesti dihormati agar roh tersebut tidak mengganggu.
Disamping itu penganut animisme juga memohon perlindungan dan permintaan sesuatu kepada roh nenek moyang seperti kesehatan, kesuburan, keselamatan, dan lainnya.
Dinamisme
Secara harfiah, Dinamisme berasal dari bahasa Inggris dynamic yang berarti daya, kekuatan, dinamis. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan supranatural seperti pohon besar, gua, batu bahkan api.
Edward B. Tylor dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture: Research into the Development of Mythology, Philosophy, Religion, Langguage, Art and Custom (1871) mengungkapkan bahwa kekuatan dari benda yang disembah itu dipercaya akan memberikan rasa nyaman, apalagi ketika orang tersebut berdekatan atau bersentuhan dengan benda yang dipercayainya.