Apa itu TBC? Berikut Penjelasannya! (canva by 89stocker)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Penyakit Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Secara biologi, TBC mempengaruhi sistem pernapasan manusia dan dapat memengaruhi organ lain dalam tubuh.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang penyakit TBC dari segi biologi, termasuk penyebab, penyebaran, dan dampaknya pada tubuh manusia.

Penjelasan TBC

Mycobacterium tuberculosis, bakteri yang menyebabkan TBC, ditransmisikan melalui tetesan dahak yang dihirup oleh orang lain.

Ketika seseorang yang terinfeksi dengan TBC batuk atau bersin, bakteri dapat masuk ke udara dan dapat diserap oleh orang lain yang berada di sekitarnya.

Bakteri ini kemudian menginfeksi saluran pernapasan manusia, terutama paru-paru.


Setelah bakteri masuk ke dalam tubuh manusia, sistem kekebalan tubuh akan mencoba melawan infeksi dengan melepaskan sel-sel darah putih untuk menyerang dan menghancurkan bakteri.

Namun, Mycobacterium tuberculosis memiliki kemampuan untuk bertahan dan tumbuh di dalam sel makrofag, yang seharusnya bertugas membunuh bakteri. 


Mycobacterium tuberculosis memiliki dinding sel yang unik, kaya akan lemak, yang membuatnya tahan terhadap kondisi lingkungan yang keras dan sulit dijangkau oleh antibiotik.

Selain itu, bakteri ini dapat membentuk struktur khusus yang disebut tuberkul, yang memberikan perlindungan ekstra dan memungkinkan bakteri untuk bertahan dalam tubuh manusia untuk jangka waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun.


Jika sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengendalikan infeksi, Mycobacterium tuberculosis akan terus berkembang biak di dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru dan merusak jaringan paru-paru, yang bersifat infeksius dan dapat diidentifikasi melalui tes dahak.


Selain paru-paru, bakteri TBC juga dapat menyebar ke organ lain dalam tubuh, seperti tulang, ginjal, otak, atau sistem limfatik. Ini disebut sebagai TBC ekstrapulmonal.

Penyebaran ini dapat terjadi melalui aliran darah atau sistem limfatik, dan dapat terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV atau penderita penyakit autoimun.


Gejala TBC

Gejala TBC bervariasi tergantung pada area tubuh yang terinfeksi. Gejala yang sering muncul adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, demam, kehilangan berat badan, kelelahan, batuk berdarah, dan nyeri dada.

Namun, tidak semua orang yang terinfeksi TBC akan mengalami gejala ini, terutama pada tahap awal infeksi.


Pengobatan TBC secara biologi melibatkan penggunaan antibiotik khusus yang harus diminum dalam jangka waktu yang lama, biasanya minimal 6 bulan.

Pengobatan yang konsisten dan lengkap penting untuk membunuh bakteri secara efektif dan mencegah perkembangan resistensi obat.


Dalam kesimpulannya, TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menginfeksi saluran pernapasan dan menyebar ke organ lain dalam tubuh.

Perawatan dengan antibiotik yang tepat sangat penting pada penyembuhan TBC.

Penting juga untuk memahami cara penularan dan gejala penyakit ini, serta mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti menjaga kebersihan dan melestarikan sistem kekebalan tubuh yang sehat untuk mengendalikan penyebaran TBC.  ***