Jangan Sampai Salah Pertolongan! Ini Dia Tindakan Penanganan pada Penderita Syok Septik

Pemberian oksigen dan bantuan pernapasan penderita Syok Septik (Foto: freepik.com/@rawpixel.com)

CELEBESMEDIA.ID: Syok septik merupakan kondisi medis serius yang dapat terjadi ketika infeksi di dalam tubuh menyebabkan tekanan darah menjadi sangat rendah dan terjadi kegagalan organ sebagai akibat dari sepsis.

Kondisi ini membutuhkan penanganan segera, karena dapat berakibat fatal bahkan berujung pada kematian.

Gejala syok septik harus dikenali dengan baik dan penderita perlu mendapatkan pengawasan ketat oleh tim medis.

Berikut ini adalah beberapa tindakan penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter:

  1. Pemberian oksigen dan bantuan pernapasan: Ketika seseorang mengalami syok septik, dokter akan memberikan tambahan oksigen melalui alat bantu pernapasan, seperti intubasi endotrakeal.

    Tujuannya adalah untuk mencegah kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang dapat terjadi akibat gangguan aliran darah.

  2. Pemberian cairan: Untuk mengembalikan volume cairan tubuh yang terganggu akibat syok septik, pasien akan diberikan cairan infus.

    Jenis dan jumlah cairan yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan pertimbangan dokter guna menjaga keseimbangan cairan tubuh yang optimal.

  3. Pemberian obat peningkat tekanan darah: Pada kondisi syok septik, hipotensi (tekanan darah rendah) biasanya tidak dapat diatasi hanya dengan pemberian cairan infus.

Oleh karena itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan tekanan darah, contohnya adalah vasopressin, yang dapat membantu mempertahankan tekanan darah yang adekuat.

  • Penggunaan antibiotik: Pemberian antibiotik menjadi penting saat pasien mengalami syok septik, karena infeksi bakteri merupakan penyebab utama kondisi ini.

    Jenis antibiotik yang diberikan akan disesuaikan dengan jenis bakteri yang menginfeksi tubuh pasien.

  • Pemberian obat lainnya: Selain tindakan di atas, pasien dengan syok septik juga mungkin akan diberikan obat lain untuk meredakan gejala dan mendukung fungsi tubuh.

    Misalnya, pemberian obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi nyeri atau insulin jika terjadi peningkatan kadar gula darah yang ekstrem.

  • Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan tindakan khusus sesuai dengan keadaan pasien.

    Contohnya, cuci darah dilakukan untuk membantu fungsi ginjal yang terganggu atau tindakan bedah jika ada infeksi yang perlu dioperasi, seperti pengangkatan nanah dari abses atau jaringan mati akibat gangren.

    Syok septik merupakan kondisi yang mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengenali gejala syok septik dengan baik dan segera mencari bantuan medis yang tepat jika mengalami gejala-gejala tersebut.***