Apa Itu Radikalisme dan Ciri-ciri Umum Penganutnya

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Asal-usul istilah radikalisme">radikalisme berasal dari kata dasar "radikal", yang berasal dari bahasa Latin "radix" yang berarti "akar".
Dalam konteks sosial dan politik, radikalisme">radikalisme merujuk pada pandangan atau paham yang menginginkan perubahan sistem secara mendasar hingga ke akarnya.
Di sisi lain, dalam konteks keagamaan, radikalisme">radikalisme mengacu pada gerakan yang berusaha untuk merombak total tatanan sosial dan politik dengan menggunakan kekerasan.
Secara umum, radikalisme mencakup pemahaman atau perilaku yang menggunakan kekerasan untuk menanggapi perbedaan, menyelesaikan masalah, atau mencapai tujuan tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, radikalisme memiliki tiga pengertian, yaitu:
1. Paham atau aliran yang cenderung radikal dalam politik.
2. Paham atau aliran yang ingin melakukan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis atau dengan cara kekerasan.
3. Sikap yang ekstrem dalam aliran politik.
Namun, dalam edisi KBBI tahun 1990, istilah radikal diartikan sebagai menyeluruh, habis-habisan, dan maju dalam berpikir atau bertindak, menunjukkan perubahan makna radikalisme dari netral menjadi negatif seiring dengan perkembangan sejarah.
Ciri-ciri radikalisme yang umumnya dijelaskan meliputi:
- Kaku dan tekstual dalam penafsiran teks-teks suci.
- Bersifat ekstrem, fundamentalis, dan eksklusif.
- Selalu bersemangat dalam mengoreksi orang lain.
- Menggunakan kekerasan sebagai sarana untuk mencapai tujuan.
- Memiliki kesetiaan lintas negara.
- Melihat musuh tanpa identitas yang jelas.
- Cenderung memilih jalur peperangan.
- Berfokus pada isu-isu penegakan negara agama.
- Suka melakukan takfir terhadap orang lain.***