Memahami Kromosom: Asal-Usul, Struktur, dan Peran Pentingnya dalam Pewarisan Genetik

Memahami Kromosom: Asal-Usul, Struktur, dan Peran Pentingnya dalam Pewarisan Genetik (Canva by Kulmuangdoang)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kromosom adalah struktur yang esensial dalam sel-sel organisme hidup.

Melalui pengamatan mikroskopis, para peneliti dapat mempelajari dan memahami bagaimana informasi genetik ditransmisikan dari generasi ke generasi.

Artikel ini akan menjelaskan tentang kromosom, termasuk asal-usulnya, struktur, dan peran penting dalam pewarisan genetik.


Asal-Usul Kromosom

Sejak zaman Gregor Mendel dan penemuan hukum pewarisan genetik pada abad ke-19, para peneliti menyadari adanya struktur yang berperan dalam mentransmisikan informasi genetik.

Namun, baru pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, peneliti seperti Theodor Boveri dan Walter Sutton menyimpulkan bahwa kromosom adalah tempat di mana gen-gen terletak.

Mereka mengaitkan temuan mereka dengan hukum pewarisan genetik yang ditemukan oleh Mendel.


Struktur Kromosom

Kromosom terdiri dari asam deoksiribonukleat (DNA) dan protein yang sangat terkondensasi.

Dalam keadaan tidak terkondensasi, DNA membentuk benang panjang dan tipis yang disebut kromatin.

Saat sel memasuki tahap pembelahan, kromatin tersebut menjadi lebih terkondensasi dan membentuk struktur yang terlihat dengan jelas di bawah mikroskop, yaitu kromosom.

Setiap spesies memiliki jumlah kromosom yang khas. Misalnya, manusia memiliki 46 kromosom, sedangkan lalat buah memiliki 8 kromosom.


Setiap kromosom terdiri dari dua komponen utama: lengan dan sentromer.

Lengan kromosom dapat dibagi menjadi dua bagian: lengan pendek (p) dan lengan panjang (q), sedangkan sentromer adalah wilayah tengah yang menghubungkan kedua lengan.

Sentromer memainkan peran penting dalam pemisahan kromosom selama pembelahan sel.


Pe-replication, Pe-recombination, dan Pewarisan Genetik

Kromosom memiliki peran penting dalam proses pewarisan genetik. Sebelum sel membelah, kromosom mengalami dua proses penting: pe-replication dan pe-recombination.

Pe-replication adalah proses di mana DNA dalam kromosom direplikasi atau disalin sehingga setiap kromosom memiliki dua salinan identik yang disebut kromatid adik.

Di sisi lain, pe-recombination adalah proses di mana pertukaran materi genetik antara dua kromosom homolog terjadi, meningkatkan keragaman genetik pada keturunan.


Selama pembelahan sel, kromosom berperan dalam memastikan bahwa setiap sel anak menerima satu salinan kromosom dari induknya. Proses pembelahan sel disebut mitosis pada sel somatik dan meiosis pada sel reproduktif. Dalam mitosis, sel anak menerima salinan identik dari kromosom induk, sedangkan dalam meiosis, terjadi reduksi jumlah kromosom untuk membentuk sel reproduktif (sperma atau sel telur) yang hanya memiliki setengah jumlah kromosom normal.


Kelainan Kromosom dan Penyakit Genetik

Gangguan pada struktur atau jumlah kromosom dapat menyebabkan kelainan kromosom dan penyakit genetik. Contohnya adalah sindrom Down, yang terjadi ketika individu memiliki satu salinan ekstra kromosom 21.

Hal ini menyebabkan karakteristik fisik dan penurunan fungsi kognitif.

Kelainan struktural kromosom, seperti delesi (kehilangan sebagian kromosom) dan translokasi (pemindahan sebagian kromosom ke kromosom lain), juga dapat menyebabkan penyakit genetik seperti kanker.


Dalam kesimpulan, kromosom adalah struktur sel hidup yang berperan penting dalam menyimpan dan mewariskan informasi genetik.

Kromosom terdiri dari DNA dan protein-protein tertentu, dan setiap spesies memiliki jumlah kromosom yang ditentukan secara khusus.

Kromosom memainkan peran kunci dalam proses reproduksi dan pengaturan berbagai proses biologis dalam tubuh.  ***