Mengenal Apa Itu Kearifan Lokal, Fungsi, Ciri-Ciri dan Jenisnya dalam kehidupan Sehari-hari

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kearifan lokal merujuk pada kumpulan nilai-nilai, norma, pengetahuan, dan tradisi yang melekat dalam suatu komunitas atau masyarakat. Hal ini erat hubungannya dengan aspek kebudayaan.
Kearifan lokal tidak hanya mencakup aspek tak-bermateri dari suatu komunitas, tetapi juga dapat dieksplorasi melalui praktik sosial dan hubungan antara warga dengan lingkungan alam mereka.
Umumnya, kearifan lokal diturunkan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui cerita lisan atau mulut ke mulut.
Nilai-nilai kearifan lokal mencerminkan cara hidup yang dipengaruhi oleh interaksi antara manusia dengan alam, budaya, dan nilai-nilai yang diakui bersama dalam suatu wilayah.
Selain itu, kearifan lokal juga mencakup kemampuan untuk menggunakan sumber daya alam secara bijaksana, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan memelihara harmoni antara anggota masyarakat.
Nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari mereka.
Berikut adalah beberapa fungsi dan ciri khasdari kearifan lokal:
Fungsi Kearifan Lokal
- Sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan.
- Untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam.
- Untuk pengembangan sumber daya manusia, misalnya dalam upacara adat.
- Untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
- Bermakna etika dan moral.
- Bermakna sosial, seperti dalam upacara komunal.
- Bermakna politik, misalnya dalam upacara adat yang berkaitan dengan kekuasaan.
Ciri-Ciri Kearifan Lokal
- Mampu bertahan dari pengaruh budaya asing.
- Mampu mengakomodasi budaya asing.
- Mampu mengintegrasikan budaya asing dengan budaya asli.
- Memiliki kemampuan mengendalikan.
- Memiliki kemampuan memberi arah dan petunjuk bagi perkembangan budaya.
Terdapat dua jenis utama dari kearifan lokal:
1. Kearifan lokal yang berwujud nyata, yang dapat dilihat dan disentuh seperti arsitektur tradisional dan cagar budaya.
2. Kearifan lokal yang tidak berwujud atau intangible, yang tidak bisa dilihat secara fisik tetapi dapat didengar seperti nasihat, nyanyian, atau cerita lisan.
Keduanya sama-sama penting dalam mempertahankan identitas budaya suatu masyarakat dan menjaga keberlanjutan warisan budaya mereka.***