Apa Itu Muruah dalam Islam, Sikap yang Menjadi Simbol Kehormatan Diri

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Muruah adalah sikap yang mencerminkan nilai-nilai luhur seperti keberanian, kehormatan diri, dan keteguhan hati.
Ini juga mencakup menjauhkan diri dari perbuatan yang dianggap tabu dan dapat menimbulkan rasa malu.
Dengan sikap muruah, seorang Muslim cenderung lebih berhati-hati dalam tindakannya dan tidak akan melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri.
Sikap ini membawa kesadaran akan akibat dari perbuatan yang dilakukan.
Sikap muruah memegang peran yang sangat penting dalam Islam.
Muruah adalah keseluruhan karakter yang mulia, adab yang baik, dan sifat yang pantas dihormati. Ini membuat individu layak mendapatkan penghormatan dan kekaguman.
Menurut Ibnu Al-Qayyim, inti dari muruah adalah menghindari segala perilaku, perkataan, dan sikap yang rendah dan tidak pantas.
Muruah dalam akhlak tercermin dalam sikap yang santun, menjaga martabat diri, dan berupaya selalu melakukan kebaikan.
Seorang Muslim yang memiliki muruah akan menjauhi segala yang diharamkan dan dosa.
Para ulama meyakini bahwa sikap muruah dapat mencegah individu dari melakukan kezaliman dan tindakan yang tidak disenangi oleh Allah SWT.
Ini tercermin dalam kesabaran dalam menghadapi cobaan, rasa syukur atas nikmat yang diterima, dan kemampuan untuk memaafkan kesalahan orang lain.
Hasan Al-Bashri pernah menjelaskan bahwa muruah adalah usaha untuk memperbaiki urusan agama, menggunakan harta secara bijaksana, menyebarkan kedamaian, dan mencintai sesama manusia.
Kelebihan sikap muruah adalah bahwa itu dapat menjadi perhiasan jiwa dan tujuan hidup.
Membawa kondisi jiwa yang terpelihara, sehingga individu tersebut tidak menunjukkan kelemahan dan tidak layak mendapat celaan.
Individu yang memiliki muruah akan dihormati bahkan jika mereka miskin, sementara mereka yang tidak memiliki muruah akan dihindari meskipun mereka kaya.
Ini menggambarkan pentingnya sikap muruah dalam menentukan martabat seseorang.***