Peringkat Taksonomi dalam Biologi: Struktur Hierarkis untuk Mengklasifikasikan Keanekaragaman Kehidupan

Peringkat Taksonomi dalam Biologi: Struktur Hierarkis untuk Mengklasifikasikan Keanekaragaman Kehidupan (Canva by Mostafa)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dalam dunia biologi, taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi organisme berdasarkan karakteristik dan hubungan evolusioner mereka.

Salah satu prinsip dasar taksonomi adalah penggunaan peringkat taksonomi, yang membentuk struktur hierarkis untuk mengklasifikasikan keanekaragaman kehidupan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi peringkat taksonomi penting yang digunakan dalam biologi dan bagaimana struktur hierarkis ini membantu dalam pengorganisasian organisme.


Klasifikasi Taksonomi


Peringkat taksonomi yang paling umum digunakan dalam biologi adalah kingdom (kerajaan), phylum (divisi), class (kelas), order (ordo), family (famili), genus (genus), dan species (spesies).

Setiap peringkat ini memiliki karakteristik dan ciri tersendiri yang membedakan organisme satu sama lain.


Peringkat pertama dalam taksonomi adalah kingdom. Kingdom membagi organisme ke dalam kelompok besar berdasarkan karakteristik umum mereka.

Ada lima kingdom yang diakui, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Kingdom Monera mencakup  organisme prokariotik, seperti bakteri dan cyanobacteria.

Kingdom Protista mencakup organisme eukariotik yang sederhana, seperti alga dan protozoa.

Kingdom Fungi mencakup jamur dan organisme pengurai. Kingdom Plantae meliputi tumbuhan, sedangkan Kingdom Animalia mencakup hewan.


Setelah kingdom, peringkat berikutnya adalah phylum.

Phylum membagi organisme ke dalam kelompok yang lebih spesifik berdasarkan karakteristik yang lebih mendalam.

Misalnya, dalam kingdom Animalia, ada banyak phylum yang mencakup kelompok-kelompok organisme yang berbeda, seperti Chordata (yang mencakup hewan dengan notokorda seperti ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia) atau Arthropoda (yang mencakup serangga, laba-laba, kepiting, dan lain-lain).


Kemudian, peringkat selanjutnya adalah class. Class mengorganisir organisme dalam phylum menjadi kelompok yang lebih spesifik berdasarkan kesamaan karakteristik.

Dalam class, organisme sering kali memiliki karakteristik yang sama atau serupa dalam morfologi, anatomi, atau pemakaian habitat.

Contoh class pada phylum Chordata adalah Mammalia, Reptilia, Amphibia, Aves, dan Actinopterygii.


Setelah class, peringkat berikutnya adalah order.

Order membagi organisme dalam class menjadi kelompok yang masih lebih spesifik berdasarkan karakteristik yang lebih mendetail.

Di dalam order, organisme umumnya memiliki kesamaan yang lebih jelas, baik dalam hal penampilan fisik, pola perilaku, maupun lingkungan yang mereka tempati.

Contoh order pada class Mammalia adalah Carnivora, Primates, dan Rodentia.


Family adalah peringkat taksonomi berikutnya.

Family mengorganisir organisme dalam order menjadi kelompok-kelompok smaller yang masih lebih spesifik. Contoh famili pada order Carnivora adalah Felidae (kucing) dan Canidae (anjing).


Genus adalah peringkat taksonomi selanjutnya, dimana organisme dalam family dikelompokkan berdasarkan kesamaan genetik dan morfologi yang lebih spesifik.

Contoh genus dalam famili Felidae adalah Panthera.


Species adalah peringkat terakhir dalam taksonomi.

Species mengidentifikasi organisme secara spesifik berdasarkan kriteria reproduksi yang serupa.

Organisme yang memiliki nama spesies yang sama memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang subur.

Contoh spesies dalam genus Panthera adalah Panthera leo (singa) dan Panthera tigris (harimau).


Dalam biologi, peringkat taksonomi menciptakan struktur hierarkis yang membantu dalam pengorganisasian organisme ke dalam kelompok-kelompok yang semakin spesifik.

Struktur ini membantu ilmuwan untuk menggambarkan hubungan antara organisme yang berbeda dan untuk mempelajari karakteristik yang serupa atau berbeda dalam kelompok yang sesuai.***