Pahami Apa Itu Vertigo dan Penyebab Berdasarkan Jenisnya

Pahami Apa Itu Vertigo (freepik.com/author/prostooleh)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Vertigo adalah kondisi di mana seseorang mengalami sensasi pusing atau kepala yang berputar secara intens, seringkali disertai rasa mual dan muntah.

Meskipun tidak bersifat fatal, kondisi ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Menurut informasi dari WebMD, vertigo terbagi menjadi dua jenis, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral, masing-masing dengan penyebab yang berbeda.

Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab masing-masing jenis vertigo:

1. Vertigo Perifer

Vertigo perifer terjadi ketika terdapat masalah pada bagian dalam telinga. Penyebab vertigo perifer meliputi:

  • Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV): Terjadi karena lepasnya kristal kalsium karbonat yang mengapung di cairan telinga, menyebabkan sensasi pusing. BPPV juga dapat disebabkan oleh cedera pada telinga.

  • Labyrinthitis: Disebabkan oleh infeksi virus pada telinga dalam.

  • Perilymph Fistula: Terjadi akibat cedera kepala atau perubahan tekanan udara mendadak, seperti saat menyelam.

  • Penyakit Meniere: Kombinasi gejala pusing dan hilangnya pendengaran, penyebab pastinya belum diketahui, tetapi stres dan konsumsi makanan asin, minuman berkafein, dan beralkohol dapat memicunya.

  • Superior Semicircular Canal Dehiscence Syndrome (SSCDS): Terjadi karena kerusakan pada bagian tulang kanal yang membawa cairan di telinga dalam.

  • Vestibular Neuronitis: Sensasi pusing yang tiba-tiba dan berlangsung selama 2 hingga 3 minggu, disebabkan oleh infeksi virus.

  • 2. Vertigo Sentral

    Vertigo sentral terjadi karena masalah pada otak. Beberapa penyebabnya meliputi cedera kepala, Infeksi otak, Migrain kronis, Stroke dan Tumor otak.

    Faktor Risiko Vertigo

    Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan vertigo, antara lain:

    • Kolesterol tinggi.

    • Penyakit Parkinson.

    • Kekurangan vitamin D.

    • Kondisi kepala pascatrauma.

    • Gangguan kecemasan, serangan panik, dan stres.

    • Efek samping obat-obatan seperti antidepresan.

    • Kadar gula darah rendah dan perubahan hormon selama kehamilan.

    • Sifilis yang dapat menyebabkan pusing dan gangguan pendengaran.