Arti Ulul Albab dan Tanda-Tandanya, Apakah Kamu Termasuk Salah Satu dari Mereka?

Arti Ulul Albab dan Tanda-Tandanya (foto: freepik.com/@danmir12)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ulul Albab merupakan istilah yang disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 16 kali untuk menggambarkan kelompok manusia berakal.

Salah satu contohnya terdapat dalam surat Ali Imran ayat 190, yang berarti bahwa dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi Ulil Albab (orang-orang yang berakal).

Wahyudin Qasal, dalam bukunya "Psy Ness the Sounds of The Hidden Ayat," menjelaskan bahwa makna Ulul Albab berasal dari dua kata, yaitu 'ulu' dan 'al-albab'.

'Ulu' berarti pemilik atau yang memiliki, sedangkan 'al-albab' memiliki arti berpikir atau pemilik kemampuan berpikir.

Kata 'al-albab' juga merupakan bentuk jamak dari 'al-lubb' yang merujuk pada individu berdaya pikir mendalam atau kemampuan analitis yang tajam.

Menurut ulama Sayyid Qutb, Ulul Albab adalah orang-orang yang memiliki pemikiran dan pemahaman yang benar.

Mereka memahami bahwa penciptaan langit dan bumi merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. 

Allah SWT sebenarnya telah menjelaskan siapa yang dimaksud dengan Ulul Albab pada surat Ali Imran ayat 190.

Penjelasan ini ditemukan dalam ayat berikutnya, yaitu surat Ali Imran ayat 191.

Dalam ayat tersebut, Ulul Albab diartikan sebagai individu yang rajin berdzikir dan berfikir.

Mereka mampu mengingat Allah SWT dalam segala situasi, baik berdiri, duduk, maupun berbaring.

Ulul Albab juga menggunakan akal dan pikiran mereka untuk merenungkan penciptaan alam semesta.

Tanda-Tanda Ulul Albab

Berdasarkan buku "Islam Alternatif" karya Jalaluddin Rakhmat, berikut adalah tanda-tanda Ulul Albab yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

  • Rajin Mencari Ilmu

Salah satu tanda Ulul Albab adalah kesungguhan dalam mencari ilmu serta merenungkan ciptaan Allah SWT di langit dan bumi.

  • Memilah Antara Baik dan Buruk

Ulul Albab mampu memilah antara hal yang baik dan buruk, dan mereka memilih yang baik.

Meskipun banyak orang mempertahankan yang buruk, Ulul Albab tetap memilih kebaikan karena takut kepada Allah.

  • Pendengar yang Kritis

Ulul Albab adalah pendengar yang kritis, cakap dalam menilai pernyataan, teori, atau argumen yang diajukan oleh orang lain.

  • Bersedia Berbagi Ilmu

Ulul Albab bersedia berbagi ilmu untuk memperbaiki masyarakat. Mereka juga siap memberikan peringatan kepada masyarakat jika terjadi ketidakseimbangan atau ketidakadilan.

  • Hanya Takut kepada Allah SWT

Ulul Albab tidak takut kepada siapa pun selain Allah SWT, sesuai yang ditegaskan dalam Al-Qur'an, termasuk dalam surat At-Talaq ayat 10.***