Polres Maros Sosialisasi Tilang Kamera ke Sopir Truk Bosowa Semen

CELEBESMEDIA.ID, Maros - Puluhan pengemudi truk Bosowa Semen
(PT Mallomo) mengikuti sosialisasi Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang lalu
lintas dan angkutan jalan. Salah satunya dengan pemahaman tilang kamera yang
akhir Desember 2018 lalu telah resmi diberlakukan Direktorat Lalulintas Polda
Sulsel.
Disela kegiatan Training Pengemudi yang digelar PT Mallomo,
Rabu (9/1/2019) di pabrik Bosowa Semen, desa Baruga, kecamatan Bantimurung,
Kasat Lantas Polres Maros AKP Mamat Rahmat mengatakan jika tilang kamera adalah
sistem pelaksanaan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan bukti
elektronik/CCTV. Tilang Kamera CCTV disebut adalah upaya kepolisian dalam
penertiban pelanggaran lalu lintas sekaligus untuk mengurangi angka kecelakaan
di jalan raya.
“Maka dari itu kami imbau kepada para pengemudi, khususnya
Bosowa agar lebih tertib dan santun di jalan, karena aturan ini mulai berlaku
di Makassar. Apalagi bagi para sopir yang rutenya melewati simpang 5 Bandara. Karena
di titik itu ada CCTV yang digunakan sebagai bukti jika ada pengemudi yang
tidak tertib atau ugal-ugalan,” ujarnya Kasat Lantas dalam rilis yang diterima
CELEBESMEDIA.ID.
Ia menambahkan jika para pengemudi PT Mallomo terbilang
tertib di jalan serta lebih sadar akan ruang yang dipakai di jalan raya. Meski
mereka ada target waktu setiap shiftnya, namun tetap mengedepankan keselamatan.
Head of Land Transport Department, Harisuddin Sultan
mengatakan peran Driver Management di PT Mallomo mengelola pengemudi secara
keseluruhan, mulai dari sikap, keterampilan, bahkan pengetahuan bisnis proses.
Pengemudi Mallomo pun setiap harinya bertugas merawat kendaraan, menjaga agar
tidak terjadi kecelakaan, menjaga kualitas dan kuantitas barang yang diangkut,
serta memastikan barang sampai di tujuan.
Total pengemudi PT Mallomo sendiri berjumlah 249 orang yang
berstatus aktif, yang membawa kendaraan Bosowa jenis dump truck, hiblow, flat
bed, trailer dan colt diesel.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan identitas
driver dan truk dibawah manajemen Bosowa, sebab tidak semua truk pengangkut
semen dibawah manajemen Bosowa, memberikan pemahaman langsung dari Satlantas ke
driver tentang titik-titik lokasi rawan di wilayah Maros. Serta bentuk
apresiasi lain dari manajemen untuk merefreshing driver dengan mengajak ke luar
pool,” ujar Driver Management, Sutan Takdir.
Seorang peserta, Rusli Nur mengatakan training ini sangat
bermanfaat bagi mereka dalam menjalankan tugas di jalan. Terlebih lagi
kedisiplinan pengemudi karena semua pengemudi mempunyai watak yang
berbeda-beda.
"Sopir ada yang bandel dan ada yang sabar. Karena tidak
dapat dipungkiri semuanya pasti berbeda. Nah training ini menekankan agar lebih
bersabar, berhubung karena kami membawa mobil sepuluh roda yang lebih mengambil
banyak space di jalanan. Makanya kami dituntut mesti lebih bersabar untuk
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya driver dump
truck ini.