Pemerhati Perempuan dan Anak : Makassar Dalam Kondisi Darurat Kekerasan Seks

Pemerhati perempuan dan anak, Lusi Palulungan - (foto by Mardi)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali menyita perhatian publik di Makassar, beberapa waktu lalu. Kali ini korbannya adalah gadis belia berusia 14 tahun, yang diperkosa oleh tiga pemuda.

Tak hanya pelecehan seksual, korban juga mendapat tindakan kekerasan saat disekap pelaku di sebuah ruko di Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tentu harus menjadi atensi khusus bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Pemerhati perempuan dan anak, Lusi Palulungan menilai Makassar kini dalam kondisi darurat kekerasan seks.

“Salah satu pemicu tren meningkatnya kasus kekerasan seks di Makassar, karena faktor lingkungan. Saya mendesak pemerintah lebih intens memberikan edukasi ke masyarakat tentang dampak dari pelecehan seksual,” tegasnya saat ditemui CELEBESMEDIA.ID, Selasa (15/1/2019).

Sementara itu, terkait penegakan regulasi tentang kejahatan seks, lusi menilai masih lemah sehingga kejadian yang sama masih sering berulang, lantaran tidak memberikan efek takut dan jera bagi pelaku.