Kereta Api Makassar- Parepare Ditarget Beroperasi Oktober 2023

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi- (Foto by : Darsil Yanya)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan proyek kereta api Makassar-Parepare yang mulai dikerjakan 2015 lalu itu, sudah mulai dioperasikan bulan Oktober tahun depan.

"Kita akan upayakan tahun depan sudah mulai beroperasi. Ada satu Pelabuhan Garongkong yang cukup besar nanti di kelola olah Pelindo sedangkan kereta apinya nanti di kelola oleh KAI tapi saya minta untuk kerjasama dengan lokal partner," ucap Budi kepada awak media di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Jumat malam (27/5/2022).

Ia pun menjelaskan sebagai seorang menteri atau pembantu presiden ia wajib memastikan proyek-proyek yang diinisiasi oleh Presiden Jowoki berjalan dengan baik.

Budi menyebutkan ada dua atau tiga proyek yang ia harus pastikan selesai di Sulawesi Selatan (Sulsel). Salah satunya proyek Kereta Api Trans Sulawesi Makassar- Parepare.

"Proyek pertama adalah Proyek Kereta Api Makassar- Pare-pare. Saya sudah enam tahun mengawal proyek itu dengan segala suka dukanya. Alhamdulillah kerjasamanya makin baik," 

Pada proyek Kereta Api Makassar- Pare-pare. Budi menyebut memiliki tiga target. Pertama  akan mengoperasikan kereta penumpang sejauh 70 Km. Nantinya selain dijadikan sebagai kereta penumpang. Dirinya juga berharap kereta api tersebut sebagai kereta wisata.

"Jadi bisa dikatakan menjadi kereta pertama di luar (Pulau) Jawa dan Sumatera. Karena itu amanah presiden jadi kami pastikan itu jalan (rampung)," tuturnya.

Kedua, lanjut Budi adalah kereta logistik, yang nantinya bisa digunakan oleh para pengusaha pabrik semen untuk mengangkut bahan bakunya dengan menggunakan kereta logistik. Apalagi Sulawesi selatan kaya dengan batu kapur sehingga dimungkinan untuk membangun pabrik-pabrik semen. Sehingga dibutuhkan suplai batu bara dan mengantar lagi semen itu ke pelabuhan. 

"Kita sudah membuat trek dari Maros - Pangkep - Barru ke Pelabuhan Garongkong . dengan adanya kolaborasi kereta penumpang dan kereta barang diharapakan kereta-kereta yang akan beroperasi di Sulawesi selatan ini akan produktif," ujarnya.

Produktif, menurut Budi, bisa mengangkut penumpang dalam konteks finansial. Sehingga akan membangkitkan ekonomi yang ada di Sulsel.

Sementara itu Gubernur Sulsel Andi Sudirman memastikan pembebasan lahan proyek kereta api telah rampung. 

"Sudah aman, tadi dilaporkan sama Bupati sudah aman semua. Tinggal sisa lahannya Pemda tapi kayaknya sudah diserahkan tadi," kata Andi Sudirman kepada CELEBESMEDIA.

Diketahui, proyek KA Trans Sulawesi ditarget total sepanjang 142 kilometer. Mulaindibangun sejak 2015 lalu. Dengan jalur yang melalui Tanete Rilau-Palanro di Kabupaten Barru. Dengan termasuk 5 stasiun, yakni Stasiun Palanro, Takkalasi, Mangkoso, Barru, dan Stasiun Tanete Rilau.

(Laporan: Darsil Yahya)