Presiden Jokowi: Samakan Kepekaan Hadapi Krisis Global
.jpeg)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Joko Widodo menilai situasi
ekonomi dan politik global masih terus bergejolak, menimbulkan ancaman krisis
di berbagai sektor di seluruh negara.
Untuk menghadapi hal tersebut, Presiden menyerukan agar
seluruh jajarannya memiliki kepekaan yang sama dalam menyikapi krisis tersebut
dan menyiapkan respon serta kebijakan yang tepat.
“Saya minta kepada Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Daerah
memahami situasi ini, memiliki kepekaan yang sama, dan segera melakukan
langkah-langkah yang diperlukan agar potensi yang kita miliki dapat kita
manfaatkan dengan baik untuk mempercepat upaya pemulihan yang kita lakukan,”
ungkap Presiden dalam acara penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan
Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022),
sebagaimana dikutip dari laman Kemenkeu.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah
Pusat Tahun 2022.
Pemerintah menyampaikan LKPP Tahun 2021 unaudited kepada BPK
pada 28 Maret 2022. BPK kemudian melaksanakan pemeriksaan atas LKPP tersebut
yang merupakan laporan keuangan konsolidasian dari 87 Laporan Keuangan
Kementerian/Lembaga (LKKL) dan 1 Laporan Keuangan Bendahara Keuangan Negara
(LKBUN).
Menurut Presiden, Indonesia memiliki sumber kekuatan seperti
belanja dalam negeri. Jika dimaksimalkan akan berdampak secara signifikan untuk
mempercepat upaya pemulihan ekonomi.
Presiden mengungkapkan, sejumlah anggaran telah dialokasikan
baik di Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
untuk mendukung langkah tersebut.
“Kita tahu di pusat ada Rp526 triliun, di daerah ada Rp535
triliun, plus dengan di BUMN Rp420 triliun, sebuah jumlah yang tidak sedikit.
Jika dibelanjakan untuk barang-barang produksi dalam negeri, ini selalu berulang-ulang
kali saya sampaikan, akan memberikan dampak signifikan mempercepat upaya
pemulihan yang kita lakukan,” lanjut Presiden.
Selain itu, pemerintah juga terus bekerja keras menciptakan
nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi industri mulai dari sektor tambang
hingga pangan. Presiden menyebut pembangunan industri pengolahan dari barang
mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi dapat menciptakan efek berganda
atau multiplier effect.
“Bukan hanya pada nilainya, tetapi juga kita harapkan pada
penyerapan tenaga kerja untuk membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya dan
sebanyak-banyaknya,” pungkas Presiden.