Lapak Jualan Dibongkar, Pedagang Kaki Lima Pertanyakan Nasib

Fitri, pedagang kaki lima di Jalan Abdullah Dg Sirua Makassar - (foto by: Darsil Yahya)

CELEBEMEDIA.ID, Makassar - Fitri, pedagang kaki lima (PKL) yang tiap hari menjual kelapa muda di area sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jalan Abdullah Dg Sirua (Abdesir) Makassar, merasa sedih ketika lapaknya ikut dibongkar Satpol PP Makassar, Jum'at (11/2/2022).

Dia bingung ketika tempat dagangannya dibongkar. Pasalnya sudah 15 berjualan di sana namun baru kali ini kapan jualannya dibongkar Satpol PP.

Tak banyak kata yang keluar dari mulutnya, sambil mengenakan jaket dan masker hitam, ia tampak pasrah ketika melihat lapak jualannya yang terbuat dari kayu harus diratakan dengan tanah.

Pihak Satpol PP menjelaskan  jika 32 lapak tersebut harus dibongkar karena dikhawatirkan dapat menggangu pasokan air bersih PDAM.

Padahal kata Fitri, tiap pukul 17.00 Wita sampah dari hasil jualan kelapanya itu langsung diangkut petugas kebersihan. Hal itu dilakukan rutin tiap hari 

"Saya bayar Rp.150.000 per minggu, untuk diambil sampah jualan saya," ucapnya kepada CELEBESMEDIA.ID di lokasi.

Meski demikian, ia juga tak menampik jika memang sering mendapat teguran untuk tidak berjualan di area itu. Namun ia tetap berjualan demi asap dapur tetap mengepul dan untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Melihat lapaknya yang sudah puluhan tahun ia tempati telah rata dengan tanah, Fitri hanya berharap pihak pemerintah memberikan lokasi untuk puluhan pedagang kaki lima yang lapaknya dibongkar agar bisa kembali berjualan dan menyambung hidup mereka.

"Sekarang masih Covid-19 kalau dibongkar begitu nasib kita bagaimana karena cuman ini mata pencaharian kami . Saya bingung mau hidupi anak-anakku bagaimana kalau dibongkar, semoga saya masih bisa menjual lagi," harapnya.

(Laporan : Darsil Yahya)