Dihalangi Bakar Ban, Mahasiswa di Maros Adu Jotos dengan Polisi

CELEBESMEDIA.ID,
Maros - Adu jotos dan saling dorong antara kepolisian dan mahasiswa ini terjadi
di jalan poros Trans Sulawesi, tepatnya depan Kantor Bupati Maros, saat demo
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (23/5/2019). Kericuhan tidak
terhindarkan saat mahasiswa akan melakukan aksi bakar ban di tengah jalan namun
dihalangi petugas kepolisian.
Merasa
aksinya dihalangi, puluhan mahasiswa pun melakukan protes. Adu jotos dan saling
dorong saat mahasiswa melampiaskan kekesalannya karena merasa aksinya
diintimadasi petugas kepolisian.
Akibatnya,
beberapa mahasiswa terkena pukulan petugas. Kondisi inipun semakin memanaskan
situasi.
Tidak
terima dengan aksi pemukulan, mahasiswa kembali melakukan orasi sebagai bentuk
protes mereka.
“Tindakan
pemukulan itu telah melanggar undang-undang terkait kebebasan menyampaikan
pendapat dan selayaknya petugas tidak melakukan hal tersebut,” kata salah satu
peserta aksi, Harialdi Kamal.
Mahasiswa
dari berbagai organisasi di Maros memperingati Hardiknas dengan menggelar
demonstrasi. Mereka menyoroti kebijakan Pemeritah Kabupaten Maros yang tidak
memberikan prioritas ataupun perhatian penuh terhadap dunia pendidikan.Dalam
tuntutannya, mahasiswa menyebutkan Bupati Maros, Hatta Rahman, hanya sibuk
melakukan pembangunan infrastruktur sementara perhatian di sektor pendidikan, khususnya
daerah pelosok, tidak diperhatikan sama sekali.
Mereka
menilai kondisi ini yang menyebabkan pendidikan di Maros tidak merata.