Tuntut Kejelasan Nasib, Kepala Rudenim Makassar Minta Imigran Sabar

CELEBESMEDIA.ID,Makassar- Kepala Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Makassar, Alimuddin Husain Jafar angkat suara terkait aksi unjuk rasa sejumlah Imigran Afganistan yang ricuh di depan kantor perwakilan International Organization of Migration (IOM) / United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Makassar, Kamis (6/1/2022).
Alimuddin mengungkapkan jika para imigran ini sudah melampaui batas karena sudah seringkali mengadakan unjuk rasa di lokasi yang sama. Sehingga terpaksa dibubarkan oleh pihak kepolisan karena telah mengganggu ketertiban umum.
Padahal kata Alimuddin apa yang menjadi tuntutan mereka yakni inginkan segera dipindahkan ke negara ketiga sudah sering disampaikan oleh UNHCR.
"UNHCR sudah sampaikan bahwa kamu (imigran) harus bersabar karena bukan hanya (imigran) yang di Makassar ini yang antri ke negara ketiga tapi juga dari wilayah lain yang di Indonesia," ucapnya kepada awak media di lokasi.
Dia juga mengaku, mayoritas imigran ini sudah sejak puluhan tahun berada di Makassar yang tersebar di beberapa wilayah. Namun pihaknya tak bisa berbuat banyak dikarenakan kebijakan pengurangan penerimaan dari negara-negara suaka.
"Kendalanya negara ketiga ini atau negara penerima imigran ini membatasi penerimaan imigran apalagi adanya kemarin pandemi (Covid-19) tentu terimbas kepada penempatan negara ketiga," jelasnya.
Terkait dua imigran yang meninggal dunia. Ia mengatakan pada Rabu (5/1/2022) kemarin para imigran ini juga telah melakukan aksi unjuk rasa di RS Bhayangkara untuk meminta pertanggung jawaban pihak rumah sakit yang menangani dua imigran yang meninggal dua tersebut, karena para imigran ini menilai pihak rumah sakit diskriminasi kepada mereka. Khususnya dua rekannya yang meninggal dua.
"Pengungsi (imigran) menanyakan bahwa kayaknya kami dilayani secara diskiriminasi dan itu sudah dijawab dari pihak rumah sakit bahwa pelayanan di rumah sakit baik WNI dengan WNA itu tidak ada yang dibedakan dia melayani itu secara maksimal kepada orang yang masuk di rumah sakit," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah Imigran Afganistan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor perwakilan UNHCR, Menara Bosowa, Makassar, Kamis (6/1/2022).
Mereka meminta kejelasan kapan dipindahkan ke negara ketiga karena sudah 10 tahun di Indonesia tanpa ada kepastian dari UNHCR. Serta meminta pihak UNHCR bertanggung jawab atas kematian rekan mereka yakni Latif (30) dan Esmat (30) yang meninggal dunia karena stres memikirkan nasib mereka yang tak jelas di Indonesia.
Dalam aksi ini juga, salah seorang imigran diduga nekat akan membakar dirinya, beruntung aksi tersebut dapat digagalkan oleh pihak keamanan yang berjaga di lokasi.
(Darsil Yahya)