Air Belum Surut, Warga Antang Tunggu Upaya Pemerintah Atasi Banjir

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat minggu lalu (18/11/22), membuat sejumlah daerah di Kota Makassar terendam air terutama wilayah langganan banjir seperti Perumnas Antang Blok 10.
Abdul Wahid selaku warga Blok 10 menilai banjir kali ini tidak seperti banjir sebelumnya. Jika biasanya ketika dilanda banjir, air akan surut dalam waktu tiga hari, namun kali ini hingga hari keempat (Senin, 21/11/22) banjir masih setinggi betis orang dewasa.
"Sepanjang kami di sini, memang biasanya cuma tiga hari terendam," ungkap Abdul.
Abdul yang sudah tinggal di Blok 10 sejak 2010 mengungkapkan bahwa air naik sejak malam Jumat (17/11/22), sebelum hujan turun. Kemudian semakin parah ketika hujan lebat pada Jumat pagi hingga sore (18/11/22) yang menyebabkan air setinggi pinggang orang dewasa.
Hingga saat ini, Abdul mengaku baru mendengar rencana upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan banjir di tempat tinggalnya. Namun, hingga kini pelaksanaannya belum terlihat.
"Kalau kami dengar itu memang sudah ada upaya cuman pelaksanaannya mungkin belum, karena kalau kita lihat di sebelah sudah mulai ada kelihatan (peninggian jalan)," ucap Abdul
"Cuma dari sini warga belum menyatu untuk membersihkan parit parit kalau lagi musim anu. Seharusnya itu kan diperdalam," tambah Abdul.
Abdul menambahkan seharusnya pemerintah setempat berupaya untuk mengangkat lumpur-lumpur yang terdapat di kanal-kanal sekitar perumahan. Pasalnya, lumpir tersebut menjadi salah satu penghambat aliran air.
Ia berharap pemerintah segera bertindak agar ia dan warga Blok 10 tidak lagi terdampak banjir jika musim hujan datang.
"Kemudian juga kanal-kanal di depan itu, seharusnya pemerintah setempat berupaya untuk adakan bantuan untuk mengangkat lumpur lumpur di depan, karena itu juga menghambat aliran air," terang Abdul.
"Harapannya ke depan kita semua tidak mengalami yang begini karena dampaknya setiap tahun, setiap hujan, pasti kita dapat," harap Abdul.
Laporan: Fitri Khaerunnisa