Berganti Pasangan Berisiko Terkena Kanker Serviks

Ilustrasi - (foto by pixabay)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewajibkan vaksin human papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks.

Namun perlu diketahui salah satu penyebab seseorang berisiko terkena kankerserviks yakni kebiasan berganti-ganti pasangan.

Dokter spesialis kandungan, dr Ajardiana Idrus menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang perempuan lebih berisiko terpapar virus HPV yang menyebabkan kanker serviks.

"Salah satu penyebabnya karena seringnya berganti-ganti pasangan. Tidak harus perempuan, bahkan ketika suami yang berganti-ganti pasangan itu juga menyebabkan risiko terkena kanker serviks," jelasnya dalam Blak-blakan Seru Celebes Radio, Rabu (20/4/2022).

Dokter yang bertugas di RS Paramount ini juga menjelaskan alasan berganti pasangan menjadi penyebab terkenanya kanker serviks.

"Semua perempuan berisiko terkena kanker serviks karena virus HPV midah twrsebabr melalui hubungan intim," lanjutnya

Selain berganti pasangan ada beberapa faktor penyebab lainnya yang dapat memicu penyebaran kanker serviks.

"Ada beberapa faktor lain diantaranya; Perempuan yang berhubungan seks di bawah 16 tahun, perempuan perokok, ibu yang menikah lebih dari 1 kali," katanya. 

Dokter yang akab disapa dengan sebutan dr Ajar ini pun menjelaskan. penting tiap perempuan membentengi diri dari kanker serviks. Sebab jika sudah terpapar makan akan membahayakan nyawa pengidap kanker serviks. 

"Pendarahan yang terus-menurus akan menyebabkan anemia dan ibunya menjadi lemah. Kalau tidak ditangani kanker serviks akan lebh ganas lagi san menjalar ke orang-orang sekitarnya," tuturnya.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bakal mewajibkan vaksin human papillomavirus HPV. Vaksin human papillomavirus (HPV) menjadi vaksin kanker wajib usai Kementerian Kesehatan RI melaporkan banyak wanita Indonesia meninggal akibat kanker serviks dan kanker payudara.

Menkes Budi memastikan vaksin yang masuk dalam program nasional gratis termasuk vaksin HPV.