Apindo Sulsel Sebut Daya Beli Masyarakat Turun Jika BBM Naik

Yusran Ib Hernald, Sekretaris Apindo Sulsel - (foto by Ardi Jaho)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara tidak langsung akan berdampak pada seluruh sektor. Salah satu sektor yang terdampak yakni bidang usaha.

 Sekretaris Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel Yusran Ib Hernald mengungkapkan kenaikan harga BBM tersebut tentu semakin mempersulit perekonomian di Indonesia termasuk di Sulsel.

"Masyarakat luas akan merasakan dampaknya, otomatis bahan pokok ikut naik, akibat naiknya biaya transportasi dan biaya logistik lainya," ujarnya, Saat ditemui di kantor APINDO Sulsel, Kamis (1/8/2022).

Sehingga menurut Yusran daya beli masyarakat juga menjadi berkurang. Akibatnya tidak terjadi perputaran perekonomian di daerah.

"Masyarakat akan mendapat imbas dari kenaikan harga, tentu dengan begitu kebutuhan masyarakat nanti tidak akan terpenuhi maksimal. Artinya daya beli masyarakat akan kembali menurun," imbuhnya.

Kebijakan ini, menurutnya bukan langkah yang tepat untuk pemulihan perekonomian Indonesia yang baru terbebas dari pandemi Covid-19.

"Jadi wacana kenaikan BBM yang diadakan oleh pemerintah pusat, kami dari dunia usaha berharap bahwa kondisi itu tidak akan terlaksana," tambahnya.

Dirinya berharap agar pemerintah bisa lebih mendahulukan kepentingan masyarakat umum.

"Pasalnya di dunia usaha dengan tidak naiknya (harga BBM) akan menjadi lebih baik, untuk bagaimana bisa mengatur harga bahan  produksi sehingga tidak melampaui dari harga eceran tertinggi yang diputuskan pemerintah," tuturnya.

Dirinya menambahkan apabila pemerintah ngotot untuk tetap menaikkan harga BBM maka dipastikan akan terjadi peningkatan inflasi.

"Ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah, jangan sampai daya beli masyarakat menurun drastis," tutupnya.

Laporan: Ardi Jaho