Kecam Rezim Jokowi-Ma'ruf, Aliansi Gondrong Tutup Jalan AP Pettarani

Aliansi Gondrong tutup Jalan AP Pettarani - (foto by Akbar)

CELEBESMEDIA.ID MakassarUnjuk rasa tolak penundaan pemilu 2024 dan masa perpanjangan jabatan Jokowi 3 periode tak hanya dilakukan oleh elemen mahasiswa di Kota Makassar. Puluhan orang berambut panjang yang tergabung dalam Aliansi Gondrong Bersatu juga menyuarakan aspirasi mereka dalam aksi yang dihelat Senin (11/4/2022).



Mereka menutup satu jalur di Jalan AP Pettarani dengan membakar ban bekas dan membentangkan spanduk bertuliskan "Gondrong Bersatu Kartu Merah Rezim Jokowi Maruf,"

Jenderal Lapangan Yayat mengatakan kawan-kawan gondrong Indonesia bersatu  memberikan kartu merah terhadap rezim Jokowi ma'ruf sebab kami menganggap bahwa beberapa cara kepemimpinan Jokowi 2 periode itu kemudian terdapat beberapa kejanggalan yang kami anggap fatal sebab salah satu diantaranya adalah pasal 28 ayat 1945 yang menyangkut persoalan demokrasi.

"Hari ini kita harus bersatu menyatakan bahwa ketika kita melakukan aksi unjuk rasa sering kali kita dilakukan tindakan represif dan itu adalah bentuk dari pada zaman sejarah yaitu order baru," ucapnya kepada awak media di lokasi.



Isu lain yang membuat mereka turun kejalan adalah isu kenaikan harga BBM yang dinilai sangat memberatkan masyarakat.

"Haga BBM yang kemudian hari ini kita ketahui itu adalah isu sentral maka dari itu kita meminta pemerintah menurun harga BBM," tuturnya.

Yayat juga mengaku pihaknya tidak hanya memperpanjang rambut tapi juga memperpanjang garis perjuangan.

"Olehnya itu kami mengawali kegiatan hari ini makanya bersatu kita sama-sama berjuang untuk rakyat," tandasnya.




 Saat ini situasi di Jalan AP Pettarani atau di bawah Jembatan Fly Over telah dipenuhi oleh ribuan massa baik dari elemen mahasiswa, maupun ormas yang tersebar dibeberapa titik.

Hingga berita ini dimuat Jalan AP Pettarani macet akibat unjuk rasa gabungan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Aksi ini diprediksi akan berlangsung hingga jelang berbuka puasa.



(Laporan: Akbar dan Darsil Yahya)