Demo Tolak Jokowi 3 Periode di Makassar Berakhir Ricuh

Salah satu mahasiswa yang terluka saat berunjuk rasa di Jl. AP Pettarani - (foto by: Darsil Yahya)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Unjuk rasa mahasiswa dari Aliansi Rakyat Miskin Kota di Pertigaan Jalan AP Pettarani dan Jalan Alauddin Makassar berakhir ricuh, Kamis (7/4/2022).

Mahasiswa tidak terima aksinya dibubarkan paksa oleh polisi. Aksi saling dorong antara polisi dan mahasiswa pun tak terhindarkan.

Bahkan akibat kericuhan tersebut salah satu mahasiswa mengalami luka pada bagian wajahnya.

Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Darminto mengaku membubarkan aksi karena dinilai mengganggu arus lalu lintas.

"Kami sudah berikan kesempatan mulai jam 4 sore, bakar ban saya kasih, tutup jalan separuh saya kasih, tutup lagi jalan di sebelah saya kasih jadi dua jalan ditutup," ucapnya kepada awak media di lokasi.

Selain menggangu arus lalu lintas, Darminto juga menyebut pihaknya membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa karena telah bertindak anarkis terhadap penggunaan jalan.

"Tadi ada yang memaksa pecahkan spion mobil maka terpaksa saya harus bubarkan, ujarnya.

Namun ia mengaku tindakannya membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa telah sesuai dengan prosedur.

"Dibubarkan sesuai dengan prosedur dan secara persuasif hanya dorong-dorongan antara petugas dan mahasiswa, hal itu wajar," terangnya.

Jendral Lapangan, Sukirman S. Doturu mengatakan awalnya aski mereka berjalan lancar tapi kemudian ricuh diduga ada provokator yang menyusup.

"Saya tidak tahu siapa (provokator) sehingga terjadi kekacauan," kata Sukirman.

Bahkan Sukirman menyatakan, salah satu rekannya ada yang diamankan oleh polisi.

"Tadi ada kawan kami yang diamankan dari BEM Teknik UIM dan mengalami pukulan di bagian mata saya lupa sebelah kiri atau kanan tapi matanya berdarah," tuturnya.

Meski demikian, ia mengaku akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga tuntutannya terpenuhi.

"Tuntutan kami yang pertama kami menolak Jokowi 3 periode kemudian kelangkaan BBM dan Minyak Goreng," tutupnya.

(Laporan: Darsil Yahya)