Ada Asa dan Doa di Rumah Singgah Harapan Makassar

Rumah Singgah Harapan Makassar - (foto by Riski)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Berjejer warga merebahkan badan, ada juga yang sekedar bersandar di sudut pelataran kamar pasien di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo. Mereka adalah keluarga pasien yang berobat di rumah sakit itu.

Bagi masyarakat Kota Anging Mammiri, menjenguk atau pun menjaga keluarga yang dirawat di rumah sakit merupakan sebuah tradisi. Bahkan mereka sampai bermalam di rumah sakit dengan memanfaatkan lokasi-lokasi yang ada.

Sebagian orang kesulitan mendapatkan tempat tinggal selama menemani keluarga mereka berobat. Terlebih bagi  yang harus rawat jalan dan berasal dari luar Sulsel. Mereka tentu tidak mendapatkan fasilitas kamar di rumah sakit, sehingga sulit untuk berlama-lama di sana.

Mereka harus mencari rumah kerabat atau kalau tak ada rumah kerabat di Makassar, mereka terpaksa menyewa rumah. Jika tak mampu untuk menyewa sebuah rumah, kamar kost petakan pun menjadi pelabuhan mereka.

Tentu butuh biaya tambahan selain biaya pengobatan. Lalu bagaimana dengan mereka yang kurang mampu? 

Karena alasan itulah Rumah Singgah Pasien Shelter Harapan didirikan. Pengelola Rumah Singgah Harapan, Syarif (32), mengungkapkan tempat tersebut memang dikhususnya bagi pasien dan keluarga pasien yang kurang mampu dan sedang berobat di RS Wahidin Sudirohusodo dan RS Unhas karena letaknya yang dekat dengan kedua rumah sakit itu.

Semuanya digratiskan termasuk minum dan makan pasien saat tinggal di sana. Kecuali, biaya pengobatan.

"Kami itu targetnya orang yang kurang mampu. Kalau orang yang sudah kaya yah buat apa. Pada saat pendaftaran kita lakukan screening dengan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti penyakit yang diidap, dan meminta surat keterangan tidak mampu, supaya kita tepat sasaran," jelas Syarif kepada CELEBESMEDIA.ID, Jumat (2/2).

Bangunannya sangat layak. Rumah berlantai dua dan berpagar besi. Lokasinya aman karena berada di dalam kompleks perumahan. Fasilitas di dalam rumah pun lengkap. Ada 8 kamar tidur. Disiapkan pula kasur tambahan, air minum, beras dan peralatan masak.

Rumah singgah yang terletak di Jl Perintis Kemerdekaan VII BTN Asal Mula Blok E2/5 Tamalanrea ini juga menyiagakan 2 ambulance yang bisa digunakan jika pasien di rumah singgah itu tiba-tiba gawat agar dapat segera diantar ke rumah sakit.

Rumah singgah ini, kata Syarif menggratiskan semua fasilitas karena mendapat sokongan dana dari donatur Dompet Dhuafa. Mereka juga sesekali melakukan open donasi untuk beberapa pasien yang dinilai sangat perlu mendapatkan bantuan finansial.

Tiga tahun lamanya Rumah Singgah Harapan berdiri. Ada banyak asa dan doa yang terucapkan oleh pasien dan keluarga mereka di rumah singgah itu.

Salah seorang pasien yang tinggal di sana bernama Silfana (4). Pasien balita asal Ambon ini mengidap kanker di bagian matanya. Ia didampingi ibunya berobat di RS Wahidin Sudirohusodo.

Ibu Silfana menceritakan anaknya sudah tinggal selama 8 bulan di Rumah Singgah Pasien Shelter Harapan. Ia masih harus mendampingi anaknya selama 7 kali kemoterapi. Ibu Silfana merasa sangat terbantu dengan adanya rumah singgah itu.

"Bersyukur sekali bisa numpang di tempat ini. Saya jauh dari Ambon tidak punya rumah di sini, jadi saya daftar untuk tinggal sementara. Semuanya gratis, tidak ada yang dibayar, dari minum, beras, makan, penginapan semuanya gratis," tutur ibunda Silfana.


(Pasien  dan keluarga pasien di Rumah Singgah Harapan Makassar - foto by Riski)

Bagi pasien atau pun keluarga pasien di RS Unhas atau pun RS Wahidin yang membutuhkan tempat tingg dapat mendaftarkan diri dengan menghubungi kontak 085298453916 atau 085373211111.

Pasien hanya perlu menyiapkan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Pasien atau keluarga pasien akan diminta mengisi formulir yang disediakan di WhatsApp.

Beberapa pertanyaan juga akan diajukan pihak pengelola saat mendaftar, seperti jenis penyakit. Sebab rumah singgah tersebut tidak bisa menerima pasien yang mengidap penyakit menular karena beresiko menularkan penyakit kepada semua pasien yang ada disana.

Ratusan asa pasien terajut di Rumah Singgah Harapan. Ada juga beribu doa yang tak putus mereka lantunkan.

Doa pemulihan mau pun doa agar Rumah Singgah Harapan terus ada bagi para "pejuang-pejuang kesembuhan" yang membutuhkan tempat singgah selama menjalani pengobatan.

Laporan : Riski