Pengamat Nilai APBD Pemkot Makassar Tak Cukup Garap Stadion Barombong

Stadion Barombong - (foto by: Rusmawandi Rara)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Pengamat keuangan, Bastian Lubis menilai wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil alih proyek pembangunan Stadion Barombong merupakan hal yang tidak mungkin jika melihat APBD Kota Makassar yang terbatas dan hanya cukup untuk memenuhi urusan wajib.

"Kalau ada wacana bahwa pemerintah Kota Makassar mau mengambil alih dari pada stadion (Barombong) itu sendiri, itu rasanya khayalan saja kalau menurut pendapat saya. Karena melihat dari struktur APBD Kota Makassar, tidak mampu untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang menambah beban dari APBD Kota Makassar, karena kita mengingat kekuatan fiskal APBD Kota Makassar hanya terbatas hanya mencukupi untuk urusan wajib karena melihat APBD nya masih sangat rendah, tidak mencapai Rp2 triliun bahkan hanya sampai Rp900 miliar saja," pungkas Bastian kepada CELEBESMEDIA.ID, Senin (28/2/2022).

Ia menyayangkan tindakan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan yang tidak melanjutkan pembangunan tersebut dengan alasan yang kurang jelas.

"Harusnya pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang meneruskan kepemimpinan yang lama, harus segera menyelesaikan pembangunan dari pada Stadion Barombong ini dan bahkan wajib, karena anggaran yang sedemikian rupa, sedemikian besarnya telah dikeluarkan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan lewat APBD tiap tahunnya. Kenapa tidak dilakukan lanjutannya, ini menimbulkan banyak suatu pertanyaan," jelas Bastian.

Lebih lanjut Bastian menilai bahwa masalah keuangan bukan menjadi alasan tidak selesainya pembangunan stadion tersebut. 

"Apakah memang ada masalah struktur, apakah ada masalah pembebasan tanah, apakah ada masalah keuangan. Kalau yang terakhir, saya rasa masalah keuangan tidak menjadi alasan karena memang kalau sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) itu selalu teranggarkan dari anggaran yang tersedia," lanjutnya.

Ia pun berharap pemerintah provinsi Sulawesi Selatan sesegera mungkin menyelesaikan pembangunan tersebut, jangan justru membiarkan terus menerus tidak terurus dengan alasan yang kurang jelas.

"Seharusnya pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sesegera mungkin untuk menyelesaikan, jangan membiarkan, mendiamkan terus. Apa sebenarnya persoalannya?," tutup Bastian.

Stadion Barombong yang dimulai pembangunannya sejak tahun 2011 dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2018, telah menghabiskan dana sekitar Rp300 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Selatan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

(Laporan: Fitri Khaerunnisa)