TPA Tamangapa Penuh pada 2020, Ini Antisipasi DLH Makassar

Rusmayani Majid, Kepala DLH Makassar - (foto by Ria)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tamanggapa, Kecamatan Manggala, Makassar mulai terancam overload alias penuh, karena lahan yang tersisa hanya mampu menampung sampah hingga tahun 2020 mendatang.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mencari jalan keluar, salah satunya menjalin kerjasama dengan pihak ENTOMO. ENTOMO merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan sampah khususnya sampah organik.

“Jadi kita dapat bantuan senilai 300 juta won dan jika dirupiahkan sekitar Rp 3 M. Dalam bentuk alat teknologi namanya Black Sordier Fly (BSF) yang bisa mengurai sampah menjadi sampah organik. Jadi tidak semuanya (sampah) akan dibawa ke TPA,” ucap Rusmayani Majid, Kepala DLH Makassar, Kamis (11/7/2019).

Maya sapaan akrabnya menambahkan jika kerja teknologi BSF mengandalkan pengelolaan limbah rumah tangga dengan memanfaatkan larva atau ulat. Hasilnya, dalam satu kotak yang berisi 10.000 larva, mampu mengurai limbah rumah tangga sebanyak 12 kilogram dalam waktu 12 hari.

Lanjutnya, teknologi BSF ini merupakan cara mengurai sampah dari bekas sisa makanan dengan menjadikan limbah tersebut makanan larva yang mulai berumur lima hari.

Sehingga, sampah tersebut lebih mudah terurai dengan cepat. Sementara untuk larva yang sudah berumur dewasa, kemudian akan dimanfaatkan untuk pakan ternak.

“Nanti kita mulai pada tahun 2020. Sekarang ini masih masa peninjauan dan perancangan. Tepatnya nanti di daerah Paccerakkang,” pungkasnya.