HUT ke-625 Wajo , Pj Gubernur: Masa Depan Ada di Perikanan Air Tawar dan Hortikultura

CELEBESMEDIA.ID, Wajo - Dalam semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-625 Kabupaten Wajo, ratusan pelajar menampilkan tari kolosal yang menceritakan tentang sutera melalui gerakan tarian mereka, di Lapangan Merdeka, Senin (22/4).
Acara ini merupakan puncak dari perayaan dengan tema
"Merajut Sutera Merangkai Nusantara RI Tana Wajo". Peringatan HUT
Kabupaten Wajo kali ini juga bertepatan dengan Hari Bumi, memperkuat komitmen
daerah dalam pelestarian lingkungan.
Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, menyatakan, hari ini
menjadi sangat spesial bagi Wajo. Selain HUT, juga merayakan Hari Bumi dengan
penanaman dua juta pohon serentak di Sulsel dan meluncurkan program pembagian
telur untuk penanganan stunting di Sulsel.
"Kita mulai dari Wajo karena merupakan tanah
berkah," kata Bahtiar, yang hadir didampingi Pj Ketua TP PKK Sulsel, Sofha
Marwah Bahtiar.
Sejarah panjang selama 625 tahun telah membentuk Wajo
menjadi wilayah yang dikenal luas melahirkan banyak pemimpin dan ulama besar.
Wajo adalah pusat peradaban Islam di Sulsel dan telah melahirkan cendikiawan
yang cerdas.
"Sempurna Wajo ini, sudah ulamanya dari sini, terkenal
tempat orang-orang kaya dan sejahtera, orang-orang cerdas pintar juga dari
sini," ucapnya.
Lebih jauh Bahtiar mengungkapkan, upaya pelestarian alam
menjadi fokus utama, terutama dengan warisan 27 danau purba yang kini mengalami
pendangkalan.
"Kita dulu ini dimanja alam indah Wajo, ia disebut
negeri danau paling besar seluruh Indonesia," ungkapnya.
Bahtiar bertekad menjadikan Wajo sebagai pusat perikanan air
tawar di Sulawesi Selatan.
"Wajo masa depannya ada pada perikanan air tawar dan
tanaman hortikultura. Contoh sukses adalah cabai terbesar di Sulsel dan
menyuplai seluruh wilayah Indonesia Timur bahkan Jawa," tandasnya.
Dalam acara ini, Pj Gubernur menyerahkan penghargaan kepada
Kabupaten Wajo sebagai daerah dengan Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal
terbanyak. Selain itu, penyerahan CSR berupa alat parkir Pasar Rakyat Tempe dan
penghargaan kepada tokoh-tokoh daerah.
Kegiatan berlanjut dengan penyerahan bantuan pertanian,
santunan kematian, dan bibit pohon. Acara ditutup dengan peninjauan gelar
pangan murah oleh Pj Gubernur dan Pj Bupati Wajo di Masjid Agung Ummul Quraa
Sengkang.
Perayaan ini tidak hanya menandai usia Kabupaten Wajo yang
semakin matang, tetapi juga komitmen kuatnya terhadap pelestarian budaya dan
lingkungan hidup