Pimpinan An Nadzir Gowa Ungkap Metode Penetapan 10 Dzulhijjah

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pimpinan An Nadzir Gowa M. Samiruddin Pademmui ungkap metode penetapan 10 Dzulhijjah 1444 Hijriah.
Disela-sela khotbah Idul Adha, Samiruddin mengungkapkan bahwa An Nadzir menetapkan 10 Dzulhijjah 1444 H sesuai dengan metodologi serta keilmuan yang sesuai dengan syariat Islam yang berlaku.
"Pelaksanaan Salat Ied hari ini, tentu bukan mengada-ada, bukan meraba-raba, namun sesuai dengan konsep dan standar keilmuwan yang telah kita pahami selama ini," ungkap Samiruddin saat menyampaikan khotbah Idul Adha di Masjid Al Muqaddis, Mawang, Gowa, Rabu (28/6/2023).
Pimpinan An Nadzir tersebut menyampaikan bahwa dalam hal penentuan 10 Dzulhijjah juga dibantu dengan 2 aplikasi khusus yang telah diteliti oleh jamaah An Nadzir sejak 5 tahun terakhir.
Ia mengaku dua aplikasi tersebut sangat akurat dan sangat membantu dalam penentuan 10 Dzulhijjah tahun ini.
"Yang jelas metodologi An Nadzir, pemantauannya diawali dari 3 purnama pertama 14, 15, 16, setelah merenungkan titik itu, lalu seterusnya kita amati pada 3 terakhir itu 27, 28, 29, dan disitu kita temukan pergantian bulan kemarin itu, terganti di hari Ahad 18 Juni sekitar pukul 12.39 disitulah kita hitung, sehingga kami tetapkan 10 Dzulhijjah jatuh pada hari ini," jelasnya.
Ia mengungkapkan pada Senin 19 Juni, matahari sudah duluan terbit di ufuk Timur pukul 06.08 Wita, sementara bulan terbit pukul 06.53 Wita. Hal ini berarti sudah bulan baru Dzulhijjah 1444 H, meskipun masih sangat sulit terlihat secara kasat mata.
"Jadi, 1 Dzulhijjah 1444 Hijiriah secara sempurna mulai terhitung pada Senin 19 Juni 2023, meskipun masih sangat sulit terlihat secara kasat mata," pungkas Samiruddin.
Laporan : Riski