KOLOM ANDI SURUJI : Cerita Metaverse dan Ngantor di Warkop (2)

BEGITULAH revolusi dunia industri komunikasi informasi dan teknologi berlangsung. Ada yang mendisrupsi dan lainnya terdisrupsi.
Tahun 2008, ketika saya ditugaskan KOMPAS mengikuti workshop Newspaper and Online Management yang diadakan WAN-IFRA di Berlin, Jerman, sungguh membuka wawasan akan kegelisahan media cetak dan masa depan media online (portal berita).
WAN-IFRA, organisasi surat kabar sejagat itu menggelar berbagai worksop, seminar. Berpindah dari satu kota dan negara ke wilayah lain. Berbagi dan mendiskusikan pengalaman terobosan suatu media dalam menghadapi kenyataan pendapatan iklan yang terus menurun, biaya operasional yang terus meningkat. Efisiensi ketat tanpa mengurangi produktivitas dan mutu produksi.
Usai agenda workshop, peserta diajak mengunjungi dapur (newsroom) dua media terkemuka, Die Welt (DW) dan Financial Times Deutschland (FTD). Die Welt dikenal sebagai media konservatif dan berpengaruh (quality newspaper). Sementara FTD, lebih muda, khusus masalah ekonomi dan keuangan.
Kedua media cetak itu telah mengembangkan konvergensi media. Suatu sistem dan pola kerja kolaboratif dan sinergik antarmedia intragroup. All for one, one for all. Semua untuk satu dan satu untuk semua.
Selain Die Welt sendiri sebagai harian umum, kelompok ini juga punya Berliner, surat kabar lebar (broad sheet) yang mengkhususkan pemberitaannya seputar Kota Berlin saja. Juga mengelola stasiun TV dan Radio.
Untuk menangkap pembaca muda yang mulai jenuh dengan model surat kabar broadsheet, Die Welt menerbitkan koran tabloid, Welt Kompakt. Design dan model pemberitaannya "anak muda banget". Foto besar-besar dengan angle yang kuat bercerita, dikombinasi dengan berita yang pendek-pendek. Judulnya suka " Nyeleneh". Design dan kontennya memang padat (compact).
Sistem dan pola kerja berubah total. Konvergensi isu besarnya dalam menghadapi tantangan efisiensi di tengah laku kenaikan biaya, dan perilaku pembaca yang mulai senang dengan berita online. Berita koran terlambat, berita online supercepat.
Single newsroom, single sales and marketing, adalah sub-sub tema dari isu besar, tetapi sekaligus rohnya. Newsroom sebagai jantung media yang konvergen. Di bisnis pun, sekali negosiasi bisa dapat banyak media.
Media Online-nya difungsikan tak ubahnya kantor berita. Online First mindset-nya. Semua wartawan wajib mengirim laporannya ke basket online pada kesempatan pertama.
Tim redaktur dan editor yang bertugas, campuran dari semua media, memelototi basket liputan dan menangkap laporan itu untuk diolah menjadi berita terbaru di online. Spirit online adalah kecepatan menyiarkan (speed delivery).
Jika ada berita yang ingin diterbitkan di koran, didiskusikan lebih lanjut agar lebih komprehensif dibanding berita online.
Ruang monitor di newsroom, ruang rapat, ruang kerja digunakan secara bergantian. Tidak ada lagi ruang rapat dan ruang kerja masing-masing media. Bahkan tidak ada lagi meja kerja masing-masing reporter dan redaktur.
Barang dan dokumen pribadi silakan simpan di locker yang juga digunakan secara bergantian. Anda masuk kantor bekerja cukup membawa laptop. Colokan listrik dan jaringan sistem komputer serta koneksi internet ada di mana pun.
Konon ketika kebijakan yang revolusioner, itu hendak diterapkan, pemilik Die Welt langsung yang mengumumkan. Kebijakannya ini mengubah banyak hal secara revolusioner, terutama sistem dan pola kerja wartawan.
Wartawan, khususnya reporter koran, tidak bisa lagi santai-santai, ngopi-ngopi dulu di Warkop baru nulis berita. Ia harus bergegas menulis dan mengirimkan laporannya ke basket newsroom. Setelah itu, boleh santai sambil menunggu perintah lanjutan dari newsroom.
Koinsiden mungkin. Era itu, mindset dan pola hidup pekerja di Jerman juga berubah. Mulai banyak pekerja yang tidak mau lagi menjadi karyawan tetap dengan segala auran dan ikatan yang ketat. Bahkan sudah mulai banyak pekerja yang hanya mau bekerja empat hari dalam seminggu. Tiga hari lainnya untuk mengurus rumah tangga, quality time dengan keluarga.
Walaupun empat hari kerja, bukan berarti produktivitas perusahaan secara total menurun. Tetap tinggi, karena waktu empat hari itu benar-benar digunakan pekerja untuk berkontribusi optimal bagi perusahaan.
Hal itu bisa diterapkan karena pekerja dan perusahaan sama-sama menyadari hak dan kewajibannya. Pekerja tidak berasumsi bahwa dirinya bekerja hanya untuk perusahaan semata.
Akan tetapi, bekerja seoptimal mungkin, seproduktif mungkin, juga untuk pengembangan diri sendiri. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menghasilkan karya, melahirkan kepuasan hidup batin tersendiri. Hidup juga berguna bagi banyak orang di tengah sikap individualistis yang kental dalam komunitas.
Dengan demikian, ngantor di Warkop kemudian ngantor dan ngerumpi di ruang Metaverse, merupakan revolusi media. Linier dengan perkembangan dinamis teknologi informasi. Revolusi kultural juga sebenarnya, khususnya cara kerja di tengah guncangan culture shock.
Download aplikasi CELEBESMEDIA.ID di Appstore dan Playstore.
Follow dan Add juga Sosial Media CELEBESMEDIA.ID di Instagram, Twitter, Facebook & Youtube.