Kisah Sopir Ambulans Jenazah Covid-19 : Was-was hingga Ganti Baju 5 Kali

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pandemi Covid-19 telah berlalu. Banyak kisah dan pengalaman berbeda-beda yang dirasakan tiap orang, mulai penyintas, kerabat yang kehilangan anggota keluarganya hingga para petugas Satgas Covid-19 yang menangani pasien Covid-19.
Salah satu kisah menarik dari para sopir ambulans rumah sakit yang biasa membawa pasien dan jenazah Covid-19.
Rahmat Al Qadri (30), nama salah satu sopir ambulans RS Pelamonia Makassar. Saat pandemi Covid-19 menjadi salah satu petugas yang terjun langsung membantu penanganan pasien Covid-19.
Menurut Qadri nama sapaanya, menjadi petugas covid-19 itu tidaklah muda. Ia harus jauh dari keluarga, jarang untuk bertemu. Namun selama pandemi Covid-19, sisi positifnya ia dapat belajar hidup steril menjaga kebersihan.
"Yah, pengalaman dapat nilai hal positif tapi harus jaga jarak dari keluarga, tidak seperti hari hari biasanya," ucapnya kepada CELEBESMEDIA.ID di lokasi kerjanya RS Pelamonia Makassar, Jalan Sudirman Kota Makassar, Jumat (12/5/2023).
Qadri sendiri mulai ditugaskan penanganan Covid-19 tahun 2021 dan saat itu baru menjadi pegawai di RS Pelamonia Makassar.
"Jadi, pas saya masuk langsung di tugaskan menjadi petugas Covid-19" tuturnya.
Pengalaman awal bertugas di rumah sakit dan bersentuhan dengan pasien Covid-19 tentu tidaklah mudah. Rasa was-was akan terkontaminasi virus yabg katanya mematikan itu tentu ada.
Qadri bahkan mengaku ia bahkan mengganti berkali-kali baju yang ia kenakan setiap hari.
APD yang dipakai pada saat itu dilepas dan dibuang. Lalu, pakain yang digunakan pada saat itu dilepas terus dimasukkan dalam kantongan.
"Jadi, tiap hari itu bawa pakaian ganti dari rumah, kadang 2 lembar kadang bisa sampai 5 lembar," katanya.
Mengenai jumlah pasien covid-19 yang ditangani, Qadri menyebut sebanyak kurang lebih 100 pasien tiap bulannya selama masa pandemi.
"Kalau jumlahnya itu dalam sebulan itu bisa sampai seratus, apalagi waktu masih parah parahnya Covid-19," ucapnya.
"Setelah kontak pasien, kendaraan yang digunakan itu di sterilkan pakai semprotan desinfektan," lanjutnya.
Qadri mengungkapkan berkat ketelatenan dan tak hentinya menerapkan protokol.lesehatan secara ketat, ia tidak pernah terpapar Covid-19
"Kalau untuk terpapar sih tidak pernah," tutupnya.
Laporan: Rusmawandi Rara