Dinkes Makassar Ajak Warga Lorong Tanam Tanaman Obat

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sejumlah tanaman dipercaya dapat membantu mengatasi gangguan kesehatan. Sebab itulah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengajak warga untuk menanam tanaman obat di lorong-lorong.

Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan hal itu, saat menggelar rapat koordinasi di Lorong Wisata (Longwis) Sejahtera atau Nossa Senhora de Fatima, Rabu (7/12/2022). Rapat koordinasi dihadiri lurah, dewan lorong, RT, RW serta tokoh masyarakat.

Longwis Nossa Senhora de Fatima sendiri terletak di Jalan Tidung 2 Setapak 1, Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappoccini, Kota Makassar. Lorong ini merupakan salah satu longwis binaan Dinkes Makassar bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Nursaidah mengatakan bahwa salah satu program utamanya adalah penanaman tanaman obat tradisional untuk kesehatan warga di lorong-lorong.

"Peranan kami Dinas Kesehatan yang pastinya dari segi kesehatannya, ya. Mulai dari pelayanan kesehatannya, kesehatan masyarakatnya dan bagaimana deteksi dini terkait dengan penyakit menular dengan tidak menular," jelas Nursaidah kepada CELEBESMEDIA.ID

Untuk merealisasikan program penanaman tanaman obat tradisional tersebut, Dinkes Makassar berkolaborasi bersama SKPD Pemerintah Kota Makassar. Menurut Nursaidah, budidaya tanaman obat tradisional akan mendatangkan banyak manfaat  bagi kesehatan warga lorong. 

"Kita berkolaborasi dengan SKPD terkait bagaimana menghasilkan momen tersebut. Dan kami dari segi kesehatan melihat pemanfaatannya," katanya.

Pantauan CELEBESMEDIA.ID, di Longwis Nossa Senhora de Fatima , warga setempat telah menanam sejumlah tanaman obat, di antaranya sereh dan kumis kucing. Tanaman lainnya yang dikembangkan di lorong ini, antara lain tanaman cabe dan berbagai tanaman hias. 

Selain penanaman tanaman obat tradisional, Dinkes Kota Makassar juga memiliki program khusus lainnya untuk menunjang kesehatan warga lorong. Program yang dimaksud seperti program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Deteksi Dini Penyakit Menular dan Tidak Menular.

Laporan: Fitri Khaerunnisa