Imam Masjid Al Markaz Makassar Raih Doktor Wakaf

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kaji pengelolaan wakaf, Imam
Masjid Al Markaz Al Islami Jend. M. Jusuf, KH Maskur Yusuf, meraih gelar
doktor. Ia tercatat sebagai doktor pertama dalam bidang manajemen wakaf di Universitas
Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Maskur berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul
Analisis Pengaruh Kepemimpinan terhadap Pengelolaan Wakaf Tunai dalam
Pengembangan Pendidikan Islam di Sulawesi Selatan. Suami Hj. Marwah itu
dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan sehingga berhak menyandang
gelar doktor.
Maskur yang memimpin 17 organisasi menjalani ujian promosi
doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UMI Makassar, Kamis (7/7/2022).
Tim promotor yang mengujinya yakni Prof. Dr. H. Salim Basalamah, SE, M.Si,
Prof. Dr. Mursalim Laekkeng, ASEAN CPA, Prof. Dr. Hj. Jeni Kamase, S.E, M.Si., Prof.
Dr. Baharuddin Semmaila, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., M.Si., Dr. Amir, SE.,
M.Ag., Prof. Dr. Abd. Rahman Kadir, SE., M.Si., Dr. H. M. Hasibuddin Mahmud,
SE., M.Si.
Ia kontan melakukan sujud syukur di hadapan tim penguji
setelah mendengar pernyataan lulus oleh tim penguji. Maskur kemudian
menghampiri dan memeluk ibunya, dengan penuh rasa haru dan Isak tangis.
Menurut Maskur yang juga Sekretaris Umum Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Makassar, wakaf tunai belum menjadi perhatian padahal memiliki
potensi yang besar. Apalagi masih banyak umat Islam hanya menghabiskan uangnya
untuk tujuan hedonisme.
Demi mendorong berkembangnya wakaf tunai, ia mengingatkan
pentingnya empat variabel yaitu shiddiq, tabligh amanah dan fathanah sebagai
variabel yang harus dimiliki pemimpin.
Untuk mengetahui
manajemen wakaf di Sulsel, Maskur meneliti pengelolaan wakaf empat perguruan
tinggi di Sulsel. Keempat perguruan tinggi itu yakni Universitas Muslim
Indonesia (UMI), Universitas Islam Makassar (UIN), DDI Mangkoso dan Pesantren
As'adiyah Sengkang.
Ketika ditanya oleh penyanggah, variabel apa yang paling
berat, Maskur yang dilahirkan di Tompo Barru, 25 Mei 1970, menyakinkan tim
promotor kalau sifat amanahlah yang terberat.
"Banyak orang lulus ketika diuji dengan tabligh amanah
dan fathanah, tapi gugur ketika diuji dengan amanah," paparnya.
Tim penguji yang dipimpin oleh Direktur Pasca Sarjana UMI
Prof. Dr. H. Sufirman Rahman menyatakan, sepanjang sejarah ujian doktor, sidang
promovendus Maskur tergolong istimewa, lantaran dihadiri banyak ulama dan
pimpinan perguruan tinggi.
Beberapa di antara yang hadir yakni Ketua MUI Makassar
AGH Baharuddin, Ketua MUI Sulsel AGH
Najamuddin, Rektor Universitas Islam Makassar, Dr. Majedah M. Zain , dan mantan
Menko Kesra dan Ketua Yayasan Islami
Center Prof. Dr. Basri Hasanuddin.